Berita

susaningtyas/net

Militer Mesir Merasa Dapat Angin Karena Sikap Lunak Banyak Negara

JUMAT, 16 AGUSTUS 2013 | 07:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pembantaian brutal terhadap rakyat sipil Mesir oleh pihak militer dan penguasa harus dikutuk oleh dunia karena ini bentuk penodaan nyata terhadap demokrasi dan hak asasi manusia.

"Presiden Indonesia harus memprotes perbuatan brutal," kata anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 16/8).

Selama ini, ungkap Susaningtyas, penguasa dan militer Mesir merasa mendapat angin karena sikap lunak banyak negara di dunia. Padahal pembantaian ini merupakan pelanggaran HAM berat yang juga harus direspon oleh komisi HAM PBB dan pengadilan kriminal internasional.


Sejak lama, Susaningtyas mencatat, sejarah politik Mesir menorehkan kekerasan berdarah. Dan bila hasil pemilu demokratis paska rezim Mubarak dibiarkan dinodai lagi, maka tidak akan ada kekuatan yang mampu menegakkan demokrasi dan HAM negeri Piramida tersebut.

"Ini bisa menjadi pola menular di negara-nega lain yang mengalami The Arab Spring. Indonesia mesti bersuara keras," tegas Nuning, panggilan akrab Susaningtyas.

Meski Indonesia harus bersuara keras, Nuning tidak setuju bila Duta Besar RI di Mesir ditarik. Sebab bila ditarik, tentu tidak ada yang mengurus warga negara Indoonesia (WNI) di Mesir.

Nuning pun menambahkan, perilaku sadis dan langkah kudeta militer di Mesir tidak akan menular ke TNI. Sebab tentara Mesir dan TNI memiliki corporate culture yang berbeda. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya