Berita

skk migas/net

SUAP SKK MIGAS

Politisi Demokrat Menganggap Seolah-olah Rakyat Indonesia Ini Bodoh

KPK Harus Bongkar Aktor Lain Selain Rudi Rubiandini
RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 13:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Permainan mafia di sektor migas bukan hanya melingkari SKK Migas. Permainan di sektor migas ini adalah persoalan yang melibatkan sistem, struktur dan aktor yang lebih besar dari sekedar SKK Migas.

Karena itu, menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, upaya sementara politisi Demokrat yang hanya mengatakan bahwa SKK Migas memang rentan korupsi namun sama sekali tidak menyinggung struktur yang lebih besar hanyalah pernyataan yang naif. Pernyataan ini seakan-akan mau memisahkan kasus Rudi dengan lingkaran yang lebih besar.

"Mereka menganggap seolah-olah rakyat Indonesia ini bodoh dan tidak tahu menahu," kata Ray kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 14/8).


Pernyataan Ray ini menanggapi pernyataan politisi Demokrat, Achsanul Qosasi, yang menyebut bahwa SKK Migas sangat rentan dengan rayuan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asing. Padahal kata Ray, SKK Migas hanyalah  bagian kecil dari lingkaran mafia migas yang menghamba pada asing.

"KPK harus membongkar aktor lain selain Rudi," tegas Ray, sambil mengatakan bahwa secara personal, Rudi tidak mungkin memakan uang sebesar 700 ribu dolar AS itu sendirian. Apalagi bila dilihat dari kualitas pendidikan dan juga jabatan yang dipegangnya selama ini, Rudi tidak akan kekurangan meski tidak korupsi.

"Ini yang harus ditelusuri oleh KPK. Jadi bukan sekedar fakta hukumnya, melainkan juga penjelasan sosiologisnya. Adakah sesuatu yang dari uang itu digunakan untuk tujuan lain, misalnya pemilu? Maka rangkaian ini harus dibongkar, tidak hanya memberikan efek jera, tapi membongkar rangkaian korupsi yang lebih besar," demikian Ray. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya