Berita

demokrat/net

Politik

Konvensi Cuma Bunga-Bunga Partai Demokrat Agar Terlihat Pro Demokrasi

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 17:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Konvensi Demokrat sudah terlebih dahlulu dikunci dengan ketetapan harus berpatokan kepada AD/ART Partai Demokrat.

Itu artinya, kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, apa dan bagaimanapun pelaksanaan konvensi, tetaplah berpatokan kepada pasal 13 ayat 5 AD/ART. Pasal ini menyatakan bahwa kewenangan menetapkan calon presiden Partai Demokrat tetap berada di tangan Ketua Majlis Tinggi Partai Demokrat yang dalam hal ini sekaligus sebagai dijabat ketua umum partai yakni SBY.

Ray pun menyimpulkan bahwa ini merupakan salah satu faktor yang membuat konvensi Partai Demokrat menjadi tidak menarik dan bahkan dapat menjauhkan dari harapan untuk membuat terobosan kepemimpinan nasional. Sebab akibat ketentuan ini tak dirubah, maka mudah ditebak bahwa proses konvensi hanya sekedar pernak-pernik untuk terlihat ada upaya demokratis dalam memilih capres.


"Dalam bahasa lain konvensi ini hanya bunga-bunga partai untuk terlihat seperti partai yang pro pada demokrasi," kata Ray dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 13/8).

Padahal, Ray melanjutkan, dengan tetap tidak menghapus ketentuan pasal 15 ayat 3 AD/ART dan faktanya Ketua Umum dan Ketua Majelis Tinggi adalah orang yang sama, maka hal ini sudah lebih dari cukup memberi isarat bahwa pencapaian subtansi demokrasinya sangat lemah. Sekalipun dinyatakan secara lisan bahwa ketua Majelis Tinggi tidak akan memveto hasil konvensi, tapi hal itu tidak menjadi jaminan akan terlaksana.

"Dan pernyataan itu dapat terlihat serius jika ditindaklanjuti dalam bentuk pernyataan bersama secara tertulis serta dijadikan sebagai bagian dari peraturan konvensi. Pernyataan ini ditandatangani baik oleh Ketua Majelis Tinggi yang sekaligus Ketua Umum, Ketua Komite Konvensi dan beserta Sekjen Partai dan Wakil Ketua komite," demikian Ray. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya