Berita

denny ja/net

POLEMIK SIDANG ITSBAT

Denny JA Pun Diserang Balik Pakai Logika Survei dan Quick Count

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 15:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan dan pandangan Denny JA soal itsbat menunjukkan dan membuktikan bahwa pendiri Lingkaran Survei Indonesia dan Lembaga Survei Indonesia itu tidak mengerti duduk perkara masalah agama.

Demikian disampaikan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid. Nusron Wahid pun mengatakan soal otoritas seseorang dalam menyampaikan satu pandangan.

"Wong pemilu saja kita menghargai yang boleh komentar par ahlinya. Masak urusan agama yang urusan dan hubungannya dengan nash, semua orang boleh komentar, ha ha ha," kata Nusron kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 13/8),


Soal sidang itsbat, Nusron menegaskan bahwa itu juga tidak murni menggunakan rukyat al hilal. Dalam sidang itsbat itu juga mengandung unsur science, yaitu imkan al rukyat atau probabilitas rukyat berdasarkan hisab. Dan berdasarkan hasil penghitungan ilmu falaq, bila posisi hilal lebih dari dua derajat maka bisa dipastikan bisa di-rukyat. Sebaliknya bila berada di bawah dua derajat, potensi untuk di-rukyat sangat kecil.

Hitungan dua derajat ini, lanjut Nusron, adalah substansi yang menjadi polemik dalam menentukan awal bulan Hijriyah saat ini. Di sisi inilah maka itsbat dibutuhkan untuk mengkahiri kontroversi dan polemik ini, sehingga ada kesepakatan bersama.

"Sebenarnya itsbat itu relevansinya disitu," tegas Nusron.

Nusron melanjutkan, bahwa terkait dengan hal ini ada hadits yang menyebutkan bahwa "shuumu wa aftiru bi rukyatikum", yang artinya, berpuasalah dan berbukalah dengan melihat atau rukyat. Di sisi lain memang ada tafsir, apakah rukyat itu termasuk forecasting atau tidak. Dan apapun itu, forecasting hanya menjadi panduan sebagaimana forecasting hasil pemilu atau bisnis. Namun tetap saja, keputusan tetap itu menggunakan real count.

"Kenapa harus di atas 2 derajat? Angka itu ibarat angka aman margin of error, dalam quick count. Saya mau tanya, apa mungkin Denny JA bisa memastikan siapa pemenang dalam quick count kalau angkanya di bawah margin of error?" tantang Nusron.

"Maka supaya tidak kontroversi dibutuhkan itsbat. Kecuali bagi yang meyakini, terutama para ahli falaq. Sebab ujung-ujungnya agama itu keyakinan. Dan saya dulu, waktu sempat menghitung juga sering beda dengan pemerintah," kata Nusron lagi sambil menegaskan bahwa persoalan ini lebih baik diakhiri saja sebab tidak produktif. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya