Berita

patrialis akbar/net

HAKIM MK

Diduga Kuat Ada Niat Kotor di Balik Penolakan pada Patrialis Akbar

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 13:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sekelompok kecil orang yang menolak penunjukan Patrialis Akbar sebagai Hakim Konstitusi ternyata hanya berasal dan berakar dari aliran yang sama. Walau menggunakan nama lembaga yang berbeda,  tetapi bila ditelusuri riwayatnya, orang-orang yang menolak itu berasal dari lingkaran yang sama. Oleh karena itu, sudah sepatutnya penolakan itu diabaikan dan didiamkan.

"Kemarin kan ada lagi orang baru yang mengatasnamakan lembaga alumni salah satu PTN. Sepintas mungkin orang melihat ini orang lain. Tapi kalau mau jeli, orang itu adalah mantan aktivis di salah satu LSM yang kemarin menolak. Walau nama baru, dipastikan target dan sasarannya sama," kata Ketua Divisi Advokasi Aliansi Masyarakat Pencinta Konstitusi (AMPK), Virgo Sulianto, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 13/8) .

Selain itu, katanya, alasan yang dikemukakan dalam menolak Patrialis Akbar tidak jauh berbeda. Walau sudah banyak yang menyatakan bahwa tidak ada yang salah dalam proses penunjukan Patrialis Akbar, tetap saja alasan itu yang dikemukakan. Dari argumentasi yang bernada sama itu saja, sudah jelas terlihat lingkarannya.


"Mungkin saja junior-juniornya di LSM itu bersilaturrahmi lebaran. Terus, mereka meminta supaya seniornya bicara menguatkan mereka. Biasalah,  ikatan historis-ideologis pasti ada dalam relasi senior-junior," ungkap Virgo.

Virgo meyakini bahwa pernyataan Ketua Alumni FH salah satu PTN itu adalah pendapat pribadi, bukan keputusan organisasi. Kalau mau mengatasnamakan organisasi, ya mesti ada mekanismenya. Paling tidak, harus dibawa ke rapat dewan pengurus. Karena pendapat pribadi, tentu tidak perlu dibesar-besarkan seolah-olah semua anggota sependapat dengan penolakan itu.

Virgo juga menyayangkan sikap LSM yang tidak bisa memberikan jawaban  terkait penolakan pada Patrialis dan memberi restu pada Maria Farida Indarti. Kalau betul pengangkatan Patrialis dilakukan secara diam-diam, berarti pengangkatan Maria juga diam-diam. Faktanya, presiden SBY sama-sama menunjuk kedua orang tersebut dalam kepres yang sama.

"Kalau mau digugat, mesti kedua-duanya digugat. Yang diomongkan di media selalu Patrialis. Sementara penunjukan Maria didiamkan. Kalau begini, pasti ada niat kotor dengan penolakan itu," demikian Virgo. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya