Berita

presiden sby/net

FUNDAMENTAL EKONOMI AMBRUK

Rezim SBY Berada di Tepi Jurang...

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 11:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menaikkan suku bunga. Dan tentu saja haL ini menekan konsumsi yang menjadi penopang gross domestic product (GDP). Karena itu, di tahun 2013, pertumbuhan GDP Indonesia jelas akan menurun.

Di saat yang sama, kata pengamat ekonomi-politik dari Indonesia For Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng, kenaikan harga BBM akan meningkatkan harga-harga secara tajam, sementara kenaikan suku bunga justru menekan daya beli pemerintah, swasta dan rumah tangga.

Dan hal yang mengerikan lagi, lanjut Salamuddin, ekonomi Indonesia mengalami defisit perdagangan, defisit transaksi berjalan akibat impor barang dan jasa lebih kecil dari ekspor, dan defisit neraca pembayaran situasi karena penerimaan pada transaksi berjalan dan neraca modal lebih kecil daripada pembayaran.


Melihat indikasi di atas, Salamuddin memastikan bahwa seluruh statemen pemerintahan SBY yang menyatakan fundamental ekomomi Indonesia baik benar-benar jelas menyesatkan.

"Pada ahirnya pertumbuhan ekonomi yang menurun, inflasi yang tinggi, dan defisit neraca perdagangan, transakasi berjalan, defisit neraca pembayaran, akan berimplikasi terhadap ambruknya nilai tukar semakin dalam," tegas Salamuddin beberapa saat lalu (Selasa, 13/8).

Kedaan ini, lanjut Salamuddin, akan meningkatkan biaya impor bahan baku sektor Industri yang mencapai 70 persen dari total impor. Dengan demikian, banyak sektor industri akan bangkrut, PHK meluas dan tingkat pengangguran semakin parah.

"Rezim SBY berada di tepi jurang dan tidak mungkin diselamatkan seberapapun harapan yang tersisa. Rezim ini telah mewariskan beban besar bagi pemerintahan mendatang, ancaman bagi generasi dan beban sejarah tak terlupakan," demikian Salamuddin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya