Berita

Nasser Al Wahishi/net

Dicari, Nasser Al Wuhaysi yang Dipercaya sebagai Pengganti Osama bin Laden

SABTU, 10 AGUSTUS 2013 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komunitas intelijen Amerika Serikat kini tengah memburu Nasser Al Wuhaysi. Ia dipercaya sebagai pengganti Osama bin Laden, pendiri Al Qaeda yang tewas dalam sebuah penyergapan di Pakistan bulan Mei 2011 lalu.

Dinas intelijen Amerika Serikat menyimpulkan hal itu setelah memantau konferensi via telepon yang dilakukan para petinggi Al Qaeda yang masih tersisa baru-baru ini. Sejumlah pemimpin kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda juga dikatakan ikut dalam conference call itu. Dalam konferensi jarak jauh itulah, Nasser Al Wahishi yang kelahiran Yaman dipromosikan sebagai Manajer Umum Al Qaeda.

Seperti diberitakan Daily Beast, Nasser Al Wuhaysi memimpin sebuah rencana serangan yang dapat terjadi di Afrika Utara, Timur Tengah dan Asia Baratdaya.


Nasser Al Wuhaysi yang sebelumnya dikenal dengan nama Abu Bashir disebutkan sebagai salah seorang teman dekat dan pembantu utama Osama bin Laden sejak era 1990an.

Ketika Osama bin Laden memindahkan pusat gerakannya ke Afghanistan, Nasser Al Wuhaysi dipilih untuk memimpin satu dari empat tempat pelatihan di Peternakan Tarnak. Osama bin Laden disebutkan kerap menginap di tempat itu.

Dalam memoar berjudul Guarding bin Laden: My Life in al Qaeda, Nasser Al Bahri yang pernah menjadi pengawal Osama bin Laden mengatakan bahwa Nasser Al Wuhaysi sering tinggal bersama Osama bin Laden sebelum serangan 11 September 2011. Nasser Al Wuhaysi juga sering disebut sebagai pembantu pribadi Osama bin Laden pada masa itu.

Nasser Al Wahishi dikabarkan ikut menemani Osama bin Laden dalam perlarian bersama Ayman Al Zawahiri di Tora Bora. Selain Al Wahishi dan Al Zawahiri, pembantu lain yang menemani Osama bin Laden adalah Hamza al-Ghamdi bersama segelintir orang-orang kepercayaan.

Nasser Al Wahishi akhirnya berpisah dengan Osama bin Laden. Ia menyingkir ke Iran dan mendapatkan bantuan dari pemimpin kelompok Sunni di Provinsi Baluchistan. Di tempat itu, Nasser Al Wahishi tak seberuntung petinggi Al Qaeda lainnya, Saif al-Adel, yang dapat menikahi wanita Iran dan bahkan memiliki situs online sendiri. Pemerintah Iran menangkap Nasser Al Wuhaysi dan memulangkannya ke Yaman. Di Yaman ia dipenjara.

Menurut Gregory Johnsen yang tahun 2012 menulis buku The Last Refuge: Yemen, al Qaeda, and America’s War in Arabia, Nasser Al Wuhaysi merupakan salah seorang tokoh spiritual di kalangan pengikuti Al Qaeda yang sama-sama mendekam di penjara Yaman. Pada awal Februari 2006 Nasser Al Wahishi dan 22 orang pengikutnya berhasil melarikan diri dari penjara dengan menggali terowongan.

Pada tahun 2007 Nasser Al Wuhaysi terpilih sebagai pemimpin Al Qaeda di Yaman atau yang kini dikenal sebagai jaringan Al Qaeda di Semenanjung Arabia. Dalam sebuah surat yang ditemukan ketika pasukan Amerika Serikat menyerang markas Al Qaeda di Abbottabad, Pakistan, disebutkan bahwa Osama bin Laden menolak permintaan Nasser Al Wuhaysi agar Anwar Al Awlaki diangkat menjadi pemimpin cabang Yaman. Al Awlaki adalah pria kelahiran Amerika Serikat yang juga tengah dikejar-kejar dinas intelijen AS. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya