Berita

ilustrasi/net

Amir Syamsuddin: Gegabah Tuduh Konvensi Demokrat Plagiat!

SABTU, 10 AGUSTUS 2013 | 08:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Terminilogi konvensi untuk menjaring calon presiden tidak bisa diklaim sebagai monopoli satu partai politik yang pernah menyelenggarakannya.

"Karenanya adalah gegabah kalau menuduh partai lain sebagai plagiat," kata Plt Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat malam (9/8).

Pernyataan Amir ini menanggapi perkataan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Menurut Surya Paloh, di sela acara open house di kediaman Jusuf Kalla Jala Brawijawa, Jakarta Selatan, Jumat sore (9/8), konvensi Demokrat tak lebih dari plagiat terhadap mekanisme cara menjaring calon preside yang dilakukan Golkar pada 2004.


Surya Paloh, sebelum mendirikan Partai Nasdem, memang adalah juga politisi Golkar. Dia yang keluar dari Partai Golkar setelah bertekuk lutut dan kalah oleh Aburizal Bakrie untuk memperebutkan kursi ketua umum dalam Munas 2010, pun adalah salah seorang peserta konvensi partai berlambang pohon beringin. Dalam konvensi itu, Surya Paloh, bersama beberapa calon yang lain, dikalahkan oleh Wiranto.

Kembali ke pernyataan Amir. Amir khawatir Surya Paloh tidak memahami apa yang diucapkannya karena tidak pernah tahu kalau konvensi partai Golkar sepuluh tahun yang lalu tidak pernah melibatkan partisipasi Komite Konvensi. Hal ini berbeda dengan Demokrat yang melibatkan partisipasi Komite Konvensi yang mayoritas terdiri dari tokoh-tokoh non-partai.

"Dan yang akan memilih calon presiden bukan kader partai seperti yang terjadi sepuluh tahun yang lalu itu tetapi akan diserahkan langsung kepada rakyat atau publik melalui lembaga survei yang kredibel," demikian Amir, yang juga Menteri Hukum dan HAM. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya