Berita

Dijegal di Formulir C1, Khofifah Akan Laporkan KPU Jatim ke Bawaslu

KAMIS, 08 AGUSTUS 2013 | 18:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pasca putusan Dewan Kehormatan Penyelanggaran Pemilu, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur masih tetap saja 'nakal dan tak profesional'. Namun Khofifah Indar Parawansa juga tak tinggal diam. Terkait 'penjegalan' nama Khofifah-Herman di lampiran formulir C1, Cagub nomor urut 4 itu dalam waktu dekat akan melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu RI. Di formulir C1, nama Khofifah-Herman tidak ditulis. Sebaliknya hanya ada tanda titik-titik.

"Saya sudah menerima kopiannya. Di situ ada kolom-kolom yang terdapat nomor dan nama pasangan calon 1, 2, 3 dan 4. Tapi nama saya yang seharusnya ditulis di nomor urut 4 justru tidak ada," kata Khofifah dalam pesan elektonik yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kamis (8/8).

Untuk kali kesekian, Khofifah meminta pelaksanaan Pilgub Jatim berlangsung demokratis dan fair, karena hingga kini pasangan Berkah masih menemukan indikasi kejanggalan. Menurut Khofifah, temuan tersebut mengindikasikan KPU Jatim memang tidak profesional. Ketua PP Muslimat NU ini pun kembali merujuk pertimbangan DKPP beberapa waktu lalu, yang menyatakan KPU Jatim sebagai penyelenggara Pilgub tidak profesional.


"Seandainya yang dicetak setelah ada keputusan DKPP maka yang dicetak harus ada nama empat pasangan calon. Demikian pula kalau dicetaknya sebelum DKPP, ya cuma ada tiga nama pasangan saja," tegas Khofifah.

Karena itu, untuk kesekian kali, Khofifah meminta agar KPU Jatim bersikap netral dan adil kepada semua pasangan calon. "Kedzaliman apa lagi ini? Ayolah KPU Jatim, kerja yang fair dan profesional."

Dengan pelaporannya ke Bawaslu, dia berharap agar formulir C1 dicetak ulang sebagaimana mestinya.

"Mencetaknya jangan pakai uang APBD. Yang menyetujui mencetak itulah yang harus mengganti karena itu keteledoran baik sengaja maupun tak disengaja," tegas Khofifah.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya