Berita

andi nurpati/net

Pernyataan Andi Nurpati Menyiratkan Konvensi Hanya Panggung Sandiwara Politik

SELASA, 06 AGUSTUS 2013 | 11:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bukan kali ini saja elit Demokrat menyampaikan pandangan yang tidak konsisten, atau bahkan contradictio in terminis. Atau memang sebenarnya bukan elit Demokrat-nya yang tidak konsisten melainkan partainya juga sedang bermain-main dengan harapan publik.

Terakhir adalah pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati. Andi mengatakan bahwa hasil konvensi penjaringan calon presiden Partai Demokrat akan dibahas dan diputuskan dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTPD).

Artinya pemenang konvensi belum tentu menjadi capres. Bahkan, kata Andi, sesuai dengan aturan partai, capres Demokrat akan tetap diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat (MTPD) yang dipimpin SBY.


Kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 6/8), pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, menilai pernyataan Andi ini sudah kehilangan konteksnya. Sebab aturan partai yang tertuang dalam AD/ART dibuat ketika wacana konvensi tidak ada. Seharusnya, bila wacana konvensi mau dilaksanakan, dan memang secara terminologi politik juga konvensi adalah menjaring capres, maka seharusnya Andi tak lagi-lagi membawa Majelis Tinggi.

"Saat wacana konvensi digulirkan maka posisi Majelis Tinggi untuk menentukan capres menjadi terdegradasi," tegas Asep, yang juga gurubesar ilmu hukum.

Kecuali, lanjut Asep, bila memang konvensi yang akan digelar Demokrat itu hanyalah untuk mempermainkan harapan publik. Bila memang sekedar untuk mempermainkan harapan publik dan cuma untuk menaikkan elektabilitas Demokrat saja, maka pernyataan Andi menjadi relevan.

"Maka kalau begitu yang terjadi maka konvensi benar-benar hanya menjadi panggung politik sandiwara Demokrat," demikian Asep. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya