Berita

persatuan Islam

Persatuan Islam Tetapkan Lebaran pada Tanggal 8 Agustus

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 13:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam menentukan awal bulan hijriyah, sebagaimana Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis) juga menggunakan metode hisab. Dengan metode ini, Muhammadiyah dan Persatuan Islam sudah bisa memprediksi awal bulan, termasuk 1 Syawal, jauh-jauh hari, bahkan beberapa tahun sebelumnya.

Namun berbeda dengan Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab hakiki wujud al hilal, Persatuan Islam menggunakan metode hisab imkan al rukyat, atau batas kemungkinan hilal untuk diamati dan di-rukyat. Dengan metode ini, meski menggunakan metode hisab, namun Persatuan Islam juga tidak meninggalkan metode rukyat sepenuhnya. Bagi Persatuan Islam, tidak mungkin ada hisab tanpa rukyat dan rukyat yang baik memerlukan panduan hisab.

Dengan metode ini, Persatuan Islam pun menentukan kriteria hisab. Awal bulan hijriyyah dapat ditetapkan jika setelah terjadi ijtimak, beda tinggi antara bulan dan matahari minimal 4 derajat. Di sisi lain, bagi Persatuan Islam, jarak busur antara bulan dan matahari minimal sebesar 6, 4 derajat. Kedua kriteria ini sudah memperhitungkan kecerlangan langit, hamburan cahaya senja, umur bulan, beda azimuth, iluminasi bulan, serta faktor cuaca lainnya.


Nah, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan PP Persatuan dan ditandatangi Ketua Umum Dr KH Maman Abdurrhaman, ijtimak akhir Ramadhan 1434 Hijriyah terjadi pada hari Rabu lusa, tanggal 7 Agustus 2013, pukul 04:51 WIB. Sementara di Pelabuhanratu,  tinggi hilal waktu Maghrib adalah 4° 15’ 49” dan sudut elongasi Bulan-Matahari 7° 18’ 48”.

Pada Rabu petang saat maghrib, masih dalam perhitungan Persatuan Islam, hilal sudah imkan al ru’yah, atau bulan sudah wujud menjadi hilal, karena sudah di atas empat derajat.

Dengan demikian, Persatuan Islam sudah bisa memastikan Hari Raya Iedul Fitri 1434 atau lebaran jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013 M.

Catatan, berbeda dengan kalender masehi yang menggunakan perputaran matahari, penghitungan kalender hijriyah berdasarkan perputaran bulan. Berbeda juga dengan kalender masehi yang memulai awal hari dan tanggal pada pukul 00.00, kalender hijriyah mulai awal hari ketika matahari sudah terbenam. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya