Berita

surahman hidayat/net

BOM VIHARA EKAYANA

PKS Minta Publik Tak Terprovokasi Isu Pertikaian Islam dan Budha di Myanmar

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 10:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain mendesak polisi segera mengambil tindakan yang profesional agar segera mengiidentifikasi pelaku yang mengebom Vihara Ejyana, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga meminta semua pihak bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.

"Misalnya terprovokasi dengan  isu pertikaian yang terjadi di Myanmar antara Islam dan Budha," kata politisi PKS, Surahman Hidayat, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 5/8).

Surahman, yang juga Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP), sangat menyakini agama Islam maupun Budha memiliki ajaran yang sangat mendorong umatnya untuk menebarkan kasih sayang dan menghormati pemeluk agama lain.


"Bulan Ramadhan adalah bulan kasih sayang, cinta dan kedamaian. Perbuatan pengeboman di rumah ibadah jelas tidak dapat diterima dan dibenarkan, oleh konstitusi Negara dan ajaran agama," jelas Surahman.

Ledakan bom di Vihara Ekayana terjadi dua kali. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Ledakan ini terjadi di pintu masuk ruang kebaktian, di belakang patung Budha Matrieya.

Ledakan bom kedua di Vihara yang sudah berdiri sejak sekitar 30 tahun lalu ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Ledakan bom berdaya rendah ini berada di bagian luar ruang kebaktian.

Saat bom meledak, umat Budha yang berjumlah sekitar 300 ini sedang menggelar acara dana persembahan untuk Biksu. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya