Berita

tb hasanudin/net

BOM VIHARA EKAYANA

Dua Fokus Inilah yang Harus Diselidiki dalam Pengeboman Vihara Ekayana

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 07:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bom yang diletakkan untuk diledakan di Vihara Ekayana Kebon Jeruk pada Minggu lama tadi (4/8) patut dianalisa lebih serius oleh aparat polisi dan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT) .

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 5/8).

Menurut TB Hasanuddin, ledakan bom ini cukup menarik bila dilihat dari sasarannya. Teroris mulai mengembangkan target lain yang berbeda. Sebelumnya, target terorisme adalah gereja sebagaimana bom-bom sebelumnya di Jakarta.


Kemudian target terorisme adalah kelompok-kelompok kepentingan asing sebagaimana bom Bali 1 dan bom Bali 2, kedutaan asing dan lain-lain. Berlanjut, target terorisme adalah aparat polisi sebagaimana terlihat dari bom Cirebon dan bom Solo

"Sekarang Vihara yang menjadi target," kata TB Hasanuddin, yang juga mantan Sekretaris Militer Presiden.

Hal lain yang juga menarik dianalisa, lanjut TB Hasanuddin, target terorisme pun berubah lebih masif, yaitu target personil dengan ramuan gotri . TB Hasanuddin pun yakin pelakunya adalah teroris dari kelompok yang sama dengan sebelumnya atau setidaknya merupakan hasil "pelatihan" baru.

Di luar itu, TB Hasanuddin menilai bahwa penyelidikan bom di Vihara yang sudah berdiri sejak sekitar 30 tahun lalu itu harus fokus pada dua hal. Yaitu soal vihara-nya dan soal lokasi-nya

"Mengapa yang jadi target justru Vihara Ekayana di Kebon Jeruk? Bukankah ada Vihara yang lebih besar dari Ekayana? Lalu mengapa di Kebon Jeruk? Apakah ada "masalah sosial" di sekitar Kebon Jeruk  yang kemudian menjadi pilihan khusus?" Lalu apa ada hubungannya dengan kasus di Rohingnya? Apa ada benang merahnya?" demikian pertanyaan-pertanyaan TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya