Berita

TJAHJO KUMOLO/NET

BOM VIHARA EKAYANA

Tjahjo Kumolo: Tidak Ada Istilah Kecolongan, Operasi Intelijen Harus Terus Dilakukan!

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 06:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ledakan bom di Vihara Ekayana di Jalan Mangga, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu malam (Minggu, 4/8), benar-benar mengejutkan.

Dan meski juga mengejutkan bagi aparat keamaan dan intelijen, Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, yakin tidak ada istilah kecolongan dari aparat dan intelijen. Ia pun mendesak agar aparat dan intelijen siaga penuh untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya tempat-tempat ibadah dan obyek vital. Kesigaan ini harus dilakukan sebab luar wilayah NKRI sangat luas, dengan jumlah penduduk yang begitu banyak.

"Aparat polisi, didukung Densus 88, dan jajaran intelejen sekali lagi harus terkoordinasi dengan baik. Tidak ada istilah egoisme sektoral. Ini ancaman terhadap masyakarat, serta bangsa dan negara jadi taruhannya," kata Tjahjo kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 5/8).


Tjahjo, yang juga anggota Komisi I DPR, yakin intelejen dan aparat sudah memetakan semua jaringan-jaringan terosisme. Ia yakin operasi intelejen dan teritorial  penanggulangan terorisme dan radikal terus dilakukan, khususnya operasi deteksi dini terhadap ancaman tantangan hambatan gangguan (ATHG). Ia juga yakin aparat membangun jaringan-jaringan dengan elemen-eleman masyarakat di dalam negri dan luar negri

"Eskalasi kekerasan dan angguan yang meresahkan masyarakat Indonesia semakin meningkat. Saya kira seluruh aparat intelejen dan keamanan kita harus terus menerus melakukan operasi intelejen secara terpadu, monitoring dan penjejakan dan telaahan strategis secara kontinyu tepat sasaran," ungkap Tjahjo.

Mantan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini pun mengingatkan bahwa  wibawa pemerintah dan nama Indonesia dipertaruhkan dimata dunia internasional. Apalagi terkait dengan teror pada rumah-rumah ibadah dan obyek alat vital strategis dan markas-markas aparat keamanan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya