Berita

SabamSirait dan Joko Widodo/net

Politik

Sabam Sirait: Jokowi Kader Murni dan Berhubungan Baik dengan Megawati

MINGGU, 04 AGUSTUS 2013 | 08:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Posisi Joko Widodo, atau yang biasa disapa Jokowi, berdasarkan hasil survei beberapa lembaga yang dinilai kredibel, tetap berada di puncak elektoral. Jokowi masih saja unggul bila harus bersaing dengan capres manapun, sebut saja misalnya dengan Prabowo Subianto maupun Aburizal Bakrie.

Di tengah tingkat elektabilitas Jokowi yang kian melesat ini, muncul beberapa asumsi yang berkembang. Asumsi, yang juga kadang-kadang berupa pertanyaan ini, misalnya terkait dengan posisi Gubernur DKI Jakarta itu sebagai kader PDI Perjuangan.

Asumsi dan pertanyaan itu misalnya, apakah Jokowi akan disodorkan oleh PDI Perjuangan; apakah mungkin bila Jokowi dihalangi maju oleh PDI Perjuangan lalu akan pakai kendaraan partai lain; lalu bagaimana sebenarnya hubungan Megawati dengan Jokowi saat ini; apakah Jokowi itu kader yang tiba-tiba muncul, atau sebenanrnya sudah dipersiapkan melalui proses pengkaderan yang matang dan panjang. Dan tentu saja banyak asumsi lain juga yang berkembang.


Ketika beberapa hal ini dikonfirmasi kepada politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait, ia menegaskan bahwa Jokowi bukanlah kader yang muncul tiba-tiba. Jokowi sudah sejak lama terlibat dalam proses kaderisasi partai. Jokowi juga bukan tanpa alasan dimajukan dalam Pilkada Solo hingga dua periode, dan kini Jokowi hingga menjabat di struktur PDI Perjuangan Jawa Tengah.

"Jokowi itu kader murni PDI Perjuangan," kata Sabam Sirait saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Sabtu malam (3/8), sambil mengatakan bahwa ia pun terlibat dalam kampanye Jokowi di Pilkada Solo sehingga menjadi walikota dengan tingkat perolehan suara mencapai 90 persen lebih.

Jokowi, lanjut Sabam, pun akhirnya ditugaskan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, untuk memperbaiki kondisi Ibukota. Ini juga bukan tanpa alasan. Selama memimpin Solo, Jokowi berhasil menata kota budaya itu dengan baik, dan di saat yang sama Jokowi menampilkan figur yang bersih, jujur dan merakyat.

"Bila saja ada setengahnya kepala daerah seperti Jokowi di Indonesia, maka Indonesia akan maju dan akan mengalahkan kemajuan Malasyia, Singapura dan Thailand," puji Sabam, yang merupakan deklarator sekaligus juga ideolog PDI Perjuangan.

Setelah terpilih menjadi Gubernur Jakarta, Sabam melihat langkah-langkah perubahan yang dijalankan Jokowi terlihat sukses. Memang ada beberapa perubahan yang membutuhkan proses dan jangka panjang, namun secara umum Jokowi sudah membuat garis kebijakan yang jelas, dan itu bisa dikatakan sudah berhasil.

Demikian penegasan Sabam menjawab asumsi kekaderan Jokowi di partai berlambang banteng moncong ini. Sabam juga menegaskan bahwa hubungan Jokowi dengan Megawati sangat baik sekali. Hubungan ini adalah hubungan ideologi partai, hubungan struktural antara kader dan pimpinan, serta hubungan yang sama-sama berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.

"Jadi, tidak ada masalah antara Mega dengan Jokowi. Mereka baik-baik saja, terutama menanggapi pembicaraan-pembicaraan soal pilpres," ungkap Sabam, yang merupakan mantan Sekjen PDI, sebelum berubah jadi PDI Perjuangan.

Karena hubungan Megawati dengan Jokowi sangat bagus, lanjut Sabam, maka persepsi akar rumput PDI Perjuangan di berbagai daerah terhadap sosok Jokowi juga sangat positif. Akar rumput di bawah menilai Jokowi adalah sosok kader yang sangat potensial dan menjadi aset bangsa.

Soal wacana capres atau cawapres, Sabam mengatakan bahwa Pilpres masih jauh dan masih lama. Karena itu sosok yang mengajak Megawati dan almarhum Taufiq Kiemas untuk bergabung di PDI ini juga menyarankan kepada semua kader untuk sabar dalan menanggapi wacana ini. Semua kader akan lebih baik bekerja keras dengan posisi masing-masing.

"Jokowi bekerja keras untuk memperbaiki Jakarta, Ganjar bekerja keras untuk memperbaiki Jateng, semua kader PDI Perjuangan yang menjabat di eksekutif dan di legislatif di semua tingkatan dan daerah juga bekerja keras. Semua kerja keras sehingga rakyat menilai. Soal capres dan cawapres biarkan berjalan alami saja," demikian Sabam Sirat. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya