Berita

jokowi/net

IMI: Jokowi-Ahok Tidak Paham Ekosistem Laut!

SABTU, 03 AGUSTUS 2013 | 08:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dinilai buta atau tidak paham dengan ekosistem laut. Hal ini terkait dengan rencana reklamasi atau pembuatan pulau buatan sebanyak 17 buah di Teluk Jakarta.

"Ini proyek ambisius yang lebih mementingkan keuntungan finansial daripada kelestarian lingkungan," kata Direktur Litbang Indonesia Maritime Institute (IMI), Dondi Arafat, Jumat malam (2/8).

Dodi pun mendesak Jokowi-Ahok menghentikan rencana tersebut karena  akan merusak ekosistem hayati laut yang ada di Kepulauan Seribu. Sebab keberadaan 17 pulau buatan itu nantinya akan sangat mempengaruhi kondisi oseanografi perairan laut di kawasan Kepulauan Seribu dan sekitarnya.


Selain itu, Dondi juga mengatakan selama pelaksanaan reklamasi, akan menimbulkan peningkatan kekeruhan air laut dari sebaran partikel sedimen yang berasal dari reklamasi itu. Kondisi ini tentu akan berpengaruh buruk terhadap ekosistem laut.
"Perubahan pola arus yang juga akan ditimbulkan akan memberi peluang hanyutnya polutan didasar Teluk Jakarta ke perairan lepas, sehingga akan merusak ekosistem hayati laut yang akan dilaluinya," beber Dondi.

Dondi menyarankan, sebaiknya Jokowi-Ahok berkonsultasi dulu dengan ahli-ahli kelautan sebelum merencanakan hal itu. Apalagi keduanya bukan superman yang bisa saja seenaknya melakukan apa yang dipikirkan.

"Jangan karena merasa mendapat dukungan publik lantas merasa bisa melakukan apa saja," tegas Dondi.

Dondi menambahkan,Indonesia mempunyai ribuan pulau yang semuanya bisa dikelola jika ada ketulusan, bukan lantas membuat pulau baru. Di Kepulauan Seribu juga masih banyak pulau yang tidak terurus.

"Pak Jokowi-Ahok, apakah Indonesia kekurangan pulau sehingga anda ingin membuat 17 pulau buatan. Ada 17 ribu pulau lebih di Indonesia," tandasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya