Berita

ilustrasi/net

Gelar Politisi Gerindra Terus Dipersoalkan

KAMIS, 01 AGUSTUS 2013 | 07:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gelar anggota DPRD DKI yang juga calon anggota DPRD dari Partai Gerindra, Andhika, terus dipersoalkan. Sebab pada Pemilu 2009, Andhika memaki gelar insinur. Namun di Pemilu 2014 ini, Andhika tidak mengikutsertakan gelarnya dan hanya menggunakan ijazah SMA.

"Kenapa berubah, padahal SK Kementerian Dalam Negeri pada saat dilantik, Andhika tercatat sebagai insinyur," tegas Presidium Komite Aksi untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama.

Untuk mempertanyakan gelar Andhika ini, pada Rabu kemarin (31/7), puluhan massa Kamerad mendatangi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta. Kepada KPUD, Haris meminta objektif untuk kembali memeriksa seluruh berkas daftar calon, termasuk Andhika.


Dalam aksi itu, Haris, yang diterima oleh Ketua KPUD Sumarno, mengatakan bahwa Sumarno berjanji untuk mengecek kembali berkas-berkas itu, dan soal data Andhika sehabis lebaran nanti akan diserahkan kepada Kamerad.

"Secara etika, ketika orang sudah mencantumkan gelar dari awal, maka gelar tersebut tidak akan lepas, apalagi untuk mendaftar sebagai pejabat publik," tegas Haris.

Soal gelar, masih kata Haris, juga telah diatur dalam UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dan karena Andhika mengklaim telah menjadi insinyur, seharusnya dia konsisten dengan gelarnya.

"Kami curiga gelar dia illegal, kami akan menyelediki dan mencari bukti-bukti soal gelar Andhika," bebernya.

Tidak hanya itu, Haris juga meminta kepada DPD Partai Gerindra DKI dan DPP Pusat untuk mengevaluasi pencalonan  Andhika  termasuk dalam kenggotaanya sebagai anggota DPRD saat ini.

"Partai Gerinda harus melakukan pengecakan apakah benar  Andhika  seorang insinyur atau hanya akal-akalan saja, biar terlihat gagah dan keren, Sepertinya dengan adanya gelar Insinyur,  Andhika  merasa lebih pintar, lebih berkualifikasi, atau lebih kompeten daripada rekan kerjanya yang gelarnya lebih rendah atau tak punya," demikain Haris. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya