Berita

ilustrasi/net

Ekonom Senior Prediksi Rupiah Terus Tertekan

SENIN, 29 JULI 2013 | 11:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, depresiasi rupiah atau melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, terus terjadi. Saat ini, nilai tukar rupiah mencapai Rp 10.400 per dolar AS. Pemerintah pun sepertinya tidak mampu menghadapi pasar.

Dengan melihat faktor fundamental ekonomi Indonesia, ekonom senior yang sementara tidak mau disebutkan namanya memprediksi rupiah akan tetap berada dalam tekanan. Hal ini terutama dalam hal trade deficit dan capital flows.

Pemicu dari sisi trade deficit, katanya kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 29/7), adalah ekspor non-migas yang melemah. Sementara di saat yang sama, impor non-migas melonjak.


Sedangkan pemicu dari sisi capital flows, lanjutnya, adalah utang swasta. Hingga saat ini, masih ada utang swasta sebesar 25,7 miliar dolar AS, yang akan jatuh tempo, termasuk dengan bunganya, hingga akhir tahun 2013. Dan sebagian besar utang swasta itu jatuh tempo pada bulan September.

Sementara dari sisi tren, lanjutnya, rupiah baru turun sekitar 6 persen. Dan saat ini pelaku pasar uang sedang menguji kekuatan pasar, apakah rupiah bisa turun hingga 10-15 persen seperti dolar Australia atau tidak. Artinya rupiah sedang diuji, apakah rupiah bisa turun ke 10.500-11000 atau tidak.

"Jadi rupiah memang masih menghadapi tekanan. Mungkin mereda sebentar, tapi sepertinya akan disambung lagi bulan September," demikian sang ekonom. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya