Partai Hanura akan terus memperjuangkan agar Presidential Threshold sama dengan Parliamentary Threshold yakni sebesar 3,5 persen suara.
Demikian ditegaskan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, di sela-sela Safari Ramadhan bersama Pengurus DPP, DPD, DPC dan Caleg RI, Propinsi, Kab/Kota Partai Hanura se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, di Solo, Jawa Tengah (Minggu, 28/7).
"Entah nanti kalah voting, yang terpenting Hanura tetap pada jalannya. Hal ini sesuai dengan amanat UUD45 terkait pencalonan calon presiden dan wakil presiden,†jelasnya.
Menurut Wiranto, dalam UUD jelas dikatakan calon presiden dan wakil presiden bisa diusulkan partai politik atau gabungan partai politik yang sudah memenuhi syarat sah sebagai partai politik. Dan sesuai dengan keputusan, syarat sah yakni memenuhi ketentuan parliamentary threshold 3,5 persen.
“Tetapi yang ada saat ini hanyalah tafsiran-tafsiran dari UUD, dengan ada yang mengatakan 15 persen, 20 persen, dan lain-lain. Ini yang saat ini diperjuangkan Partai Hanura, jangan menafsirkan UUD,†kata Wiranto yang juga didampingi Ketua Wilayah Jateng. DIY, Jatim, DPP Partai Hanura,Subagyo HS.
Meskipun dengan syarat tersebut, nantinya akan ada banyak calon presiden yang diusulkan, menurut Wiranto hal tersebut tidak masalah. Justru dengan semakin banyaknya calon, maka masyarakat akan lebih bisa memilih pemimpin yang terbaik.
“Jangan sebelum bertanding, banyak calon yang sudah dieliminasi duluan dengan adanya aturan yang dibuat oleh sekelompok orang. Ini mengebiri alternatif pilihan masyarakat, kejuaraan sepakbola dunia saja diikuti banyak peserta dan pada akhirnya tetap hanya dua nantinya,†ujarnya.
Untuk membatasi calon, katanya, bisa dilakukan melalui sistemnya. Seperti persyaratan calon presiden harus lulusan Sl dan bukan lulusan SMA seperti saat ini.
Terkait target yang akan diraih partai ini dalam Pemilu 2014 mendatang, Wiranto, mengatakan partainya sangat rasonal. Untuk bisa maju secara mandiri dalam Pilpres, harus mendapatkan suara sebanyak-banyaknya.
“Karena dari awal, saat partai lain belum deklarasi, kami sudah mendahului. Konsekuensinya kami harus berjuang mati-matian untuk perjuangkan pasangan ini,†ujarnya lagi.
Pihaknya yakin masyarakat akan memilih partai yang diyakininya partai paling bersih dari korupsi tersebut. Sebab selama ini Partai Hanura tidak hanya sekedar janji tetapi telah membuktikan bahwa partai ini sesuai dengan harapan masyarakat yakni bebas korupsi.
[ian]