Berita

Nusantara

PKB Mau Seret KPU Jatim ke DKPP

SENIN, 15 JULI 2013 | 21:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Kebangkitan Bangsa akan menempuh jalur hukum terkait keputusan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur yang mencoret pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja.

"Kita akan menempuh jalur hukum ke PTUN," terang Sekretaris Jenderal PKB, Imam Nahrawi kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (15/7).

Selain mengadu ke PTUN karena syarat administrasi untuk maju dalam Pilgub Jatim sudah lengkap disampaikan pasangan Berkah, kata dia, PKB juga akan mengadukan permasalah tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.  


"Kita akan laporkan beberapa komisioner (KPU Jatim) ke DKPP," demikian Nahrawi.

KPU Jatim Minggu (14/7) malam memutuskan hanya ada tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang berhak ikut Pilgub Jatim Agustus 2013 nanti. Ketiganya adalah pasangan perseorangan Eggy Sudjana-M Sihat, serta yang diusung parpol Bambang DH-Abdullah Said, dan Soekarwo Saifullah Yusuf (Karsa). Sementara Khofifah-Herman terganjal dualisme dukungan Partai Kedaulatan dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia yang juga memberikan dukungan ke Karsa.

Dari hasil voting tertutup KPU Jatim memutuskan Khofifah-Herman tidak berhak ikut dalam Pilgub Jatim 2013. Tiga komisioner menyatakan Khofifah tidak memenuhi syarat, satu komisioner menyatakan Khofifah memenuhi syarat, dan satu komisioner berpendapat dukungan PK ke Khofifah memenuhi syarat dan PK pendukung Karsa tidak memenuhi syarat. Kemudian PPNUI pendukung Khofifah tidak memenuhi syarat dan PPNUI dukung Karsa memenuhi syarat.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far menilai ada upaya sistematis dari lawan politik Khofifah Indar Parawansah untuk mengganjalnya dari bursa Calon Gubernur Jawa Timur.

"Khofifah diganjal secara sistematis oleh lawannya (lawan politiknya)," kata Marwan.

Menurut dia, KPU Jatim sudah tidak netral dan tidak independen dalam memutuskan siapa calon gubernur Jatim yang ikut Pilgub. "KPU sudah menjadi alat politik lawannya Khofifah." [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya