Berita

ilustrasi/net

Jembatan Selat Sunda Bukti Ketimpangan Pembangunan

SENIN, 15 JULI 2013 | 09:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pembangunan Jembatan Selat Sunda yang diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 250 triliun benar-benar bukti diskriminasi pembangunan antar-kawasan. Jembatan ini dibangun di saat masyarakat di bagian timur menuntut pembangunan infrastruktur yang memadai.

"Ini adalah ketimpangan pembangunan antara Indonesia Timur dan Barat," kata Direktur Kawasan Timur Indonesia Watch, Razikin Juraid, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 15/7).

Karena itu, ungkap Razikin, masyarakat Indonesia Timur menolak pembangunan jembatan ini, dan lebih baik pemerintah menggunakan anggaran ini untuk pembangunan infrastruktur yang lebih mendesak.  Misalnya memperbaiki infrastruktur jalan, pelabuhan yang ada di Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan.


Pemerintah Pusat, lanjut Razikin, harus menyadari betul bahwa potensi sumber daya alam yang ada di bagian timur sudah lama dikuras dan dibawa ke pusat. Di saat yang sama, masyarakat yang ada di bagian timur belum merasakan hasilnya secara memadai.

"Kondisi seperti ini, jika tidak diatasi, dapat menimbulkan gejolak. Karena itu, saya minta Pemerintah haru memperjelas visi pembangun untuk kawasan timur," demikian Razikin. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya