Bukan Dahlan Iskan namanya kalau tidak membuat sensasi dan gebrakan yang spontan. Menteri BUMN itu membuat pengunjung terhenyak saat pidato sambutannya tiba-tiba berubah menjadi forum diskusi.
Peristiwa ini terjadi saat Dahlan memberi sambutan dalam acara buka bersama Baznas bersama di Ballroom Graha Mandiri, Jakarta (12/7). Berkemeja putih lengan panjang dan sepatu kets, Dahlan naik ke mimbar. Awalnya ia memulai sambutan dengan lancar. Namun, di tengah sambutan itu, Dahlan bergumul dengan sambutannya sendiri.
Dalam pidatonya Dahlan menyampaikan kebingungannya dengan banyaknya lembaga zakat di Indonesia.
"Begitu banyak lembaga seperti ini (zakat), jadi bagaimana menyampaikan ke publik, apakah harus ke BAZNAS, ke swasta, atau jalur perseorangan saja?" tanya dahlan kepada audiens.
Dahlan kemudian secara spontan mengajak peserta yang terdiri dari dirut-dirut BUMN dan pejabat teras BAZNAS.
"Saya nggak punya pengetahuan disitu (kerjasama zakat). Saya ini sangat swasta dalam berpikir. Ayo bantu saya menjawab pertanyaan batin ini," pintanya.
Ketum BASNAZ, Dirut BNI, Dirut Mandiri dan Ketua Pelaksana BAZNAS akhirnya maju ke podium menjawab pertanyaan Dahlan. Setelah terjadi diskusi yang amat panjang, disimpulkan bahwa lembaga zakat harus bersinergi, karena tujuan zakat adalah mensejahterakan umat.
Disimpulkan juga bahwa masalah dalam zakat ada dua hal, yaitu penghimpunan dan penyaluran. Dalam hal ini, Ketua Pelaksana BAZNAS Dadang Kusnadi menyebut bahwa BUMN mengalami kendala dalam hal penyaluran.
"Masalah zakat yang dikelola BUMN bukan pada penghimpunan, tapi pada penyaluran," kata dia.
Mendengar jawaban Dadang, Dahlan pun mengamininya. Katanya, BUMN memang tidak dibentuk untuk punya pengetahuan membina lingkungan, UKM dan masalah sosial lainnya, karena memang bukan bidangnya.
"BUMN itu tahunya cuma cari untung untuk perusahaan," jawabnya.
"Untuk itu, saya akan mengumpulkan BUMN-BUMN untuk membicarakan soal penyaluran zakat bersama melalui BAZNAS. Mungkin seminggu lagi kita (BUMN) kumpul," tandasnya dengan semangat yang diiring riuh tepuk tangan audiens.
[dem]