Berita

ilustrasi/net

SITUS MEGALITIKUM

Andi Arief: Alhamdulillah, Komik Gunung Padang Jadi Runner Up

JUMAT, 12 JULI 2013 | 01:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komik fiksi-sejarah yang diproduksi Masyarakat Komik Indonesia (MKI), berjudul Terdampar di Masa Silam: Gunung Padang, meraih tempat kedua dalam Kompetisi Ide Bisnis Kreatif se-Asia yang digelar di Hong Kong.

Dalam lama MKI disebutkan bahwa komik ini adalah pilot project komik fiksi-sejarah yang diperuntukkan MKI kepada anak-anak usia 8 hingga 14 tahun. Juga disebutkan bahwa edisi "percobaan" ini akan diuji-cetak dan disebarkan ke murid-murid SD-SMP serta guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Kabar mengenai keberhasilan Terdampar di Masa Silam meraih tempat kedua pada kejuaraan bergengsi itu disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief, beberapa saat lalu (Kamis tengah malam, 11/7).


"Selamat malam. Ada kabar gembira dari Masyarakat Komik Indonesia (MKI) yang mewakili Indonesia sebagai finalis Kompetisi Ide Bisnis Kreatif se-Asia di Hongkong, 5-6 Juli 2013. Komik tentang Gunung Padang berjudul Terdampar di Masa SilamM meraih runner up," tulis Andi Arief dalam pesan singkatnya.

"Alhamdulillah," sambungnya.

Andi Arief adalah inisiator penelitian mandiri yang dilakukan sejumlah ahli di kawasan di sekitar situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Pengujian yang dilakukan tim ini di areal itu dengan menggunakan peralatan pemindah bawah permukaan canggih menghasilkan kesimpulan kuat bahwa ada bangunan yang tertimbun di bawah situs Gunung Padang.

Berbagai pengujian dan eskavasi yang sedang dilakukan membuktikan penelitian itu benar. Diperkirakan bangunan yang tertimbun itu mencapai usia belasan ribu tahun. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya