Berita

busyro muqaddas/net

Politik

Kata Busyro, APBN Sasaran Empuk Koruptor

KAMIS, 11 JULI 2013 | 20:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD) masih menjadi sasaran empuk para koruptor. Pelakunya adalah birokrat pusat dan daerah, seperti kementerian, anggota DPR RI, DPRD dan gubernur.

"Seperti contoh di Riau yang dilakukan oleh gubernur dan didahului oleh sejumlah oknum DPRD," ujar Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas saat mengisi tausiah dalam acara Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI Rayon UIN Jakarta, di Wisma Syahida UIN Jakarta, Ciputat, Tangsel, Kamis (11/7).

Kata dia, korupsi APBN dan APBD terjadi karena adanya kerusakan moral sejumlah oknum pejabat. Modusnya terjadi melalui mark up anggaran. Menurut Busyro, penyakit akut ini sebenarnya bisa dicegah bila penyusunan APBN dan APBD disusun sebelum digelontorkan dan dilakukan secara akademis metodologis.


"Kita harus mencari crowded reason (masalah bersama), lalu libatkan kampus di daerah masing-masing untuk mencari solusinya," tegasnya."

Mengapa, karena faktanya negara ini dari kebijakan yang ada, lebih memperlemah bargaining rakyat dan memperkuat bargain negara," tambahnya.

Sementara untuk menjaga transparansi anggaran, Busyro mengimbau agar pemerintah, baik pusat maupun daerah, memberi kemudahan bagi rakyat untuk mengetahui alokasi APBN/D. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga proses pengawasan pengeluaran anggaran.

"Selama ini APBN APBD tidak ada yg ditempel di kampus, masjid, gereja, dan sebagainya. Harusnya ditempel supaya rakyat tahu," tukasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya