Berita

neta s pane/net

Politik

Minta Bantuan TNI, Tanda Polri Panik

SELASA, 09 JULI 2013 | 19:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Polri melibatkan dan meminta bantuan TNI dalam mencari 250 dinamit yang hilang. Koordinator Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai langkah Polri tersebut sebagai fenomena baru dalam hubungan Polri-TNI.

Selama ini keterlibatan TNI dalam tugas-tugas Polri menjaga keamanan hanya sebagai back up.

"Dari permintaan itu ada beberapa hal yang bisa dicermati. Permintaan dan pelibatan TNI bisa dibaca bahwa sesungguhnya Polri sudah panik karena hingga saat ini 250 dinamit itu belum ditemukan. Sementara, presiden berkali-berkali mengingatkan agar Polri benar-benar serius menjaga keamanan menjelang pemilu dan pilpres," kata Neta kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Selasa (9/7).


Bacaan lainnya, lanjut Neta, sepertinya Polri sudah mencium bahwa 250 dinamit itu dicuri kelompok radikal atau teroris, sehingga merasa perlu melibatkan TNI agar dinamit itu tidak disalahgunakan. Tapi, pelibatan TNI menjadi pertanyaan, bukankah selama ini Polri cukup piawai bekerja sendiri tanpa melibatkan TNI dalam menangkap dan menyergap para teroris, lalu kenapa dalam memburu 250 dinamit yang hilang Polri merasa perlu melibatkan TNI.

Neta mengatakan dalam mengatasi ancaman dan gangguan keamanan Polri memang diperbolehkan meminta bantuan TNI. Namun dalam kasus dinamit yang hilang, pelibatan TNI oleh Polri menjadi sebuah fenomena yang menarik.

"IPW sendiri berharap dinamit bisa segara ditemukan agar tidak disalahgunakan pihak-pihak tidak bertanggungjawab, seperti teroris," demikian Neta. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya