Berita

Pemerintah Rehabilitasi Rumah Rusak Akibat Gempa Aceh

SELASA, 09 JULI 2013 | 14:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Selain akan memberikan bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin), pemerintah akan membantu rehabilitasi rumah-rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kabupeten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Nanggro Aceh Darussalam.

Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan saat ini sedang dihitung berapa jumlah yang dibutuhkan.

"Raskin akan dipercepat penyalurannya bagi yang berhak. BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat) baru 39 persen dan juga akan dipercepat. Garda terdepan dalam penanggulangan bencana ini adalah gubernur, dibantu oleh bupati," ujar Agung dalam keterangan pers seusai rapat kabinet yang dipimpin Presiden SBY, di Kantor Presiden, Senin (8/7).


Agung menuturkan tercatat 40 orang meninggal dunia dan luka berat dalam bencana gempa di Aceh. Korban luka berat dirawat di RS Bener Meriah, Takengon, dan beberapa dirujuk ke Lhokksumawe dan Banda Aceh. Sejumlah 2.360 orang langsung diobati di tempat. Doa mengatakan keperluan logistik saat ini cukup dan untuk tujuh hari ke depan sudah disiapkan.

"Kami juga berkoordinasi dengan kementerian-kementerian yang lain, seperti Kemententrian Kesehatan. Ini tentu akan memudahkan mereka saat rehabilitasi," tutur Agung.

Jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 6.178 unit, 3.061 rusak sedang, dan 6.780 rusak ringan. Jadi, sekitar 15-16 ribu rumah yang terkena dampak gempa bumi Aceh. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya