Berita

din syamsuddin

Din: Masak Mau Nurut ke Pihak yang Al Quran Saja Dikorup

SENIN, 08 JULI 2013 | 17:57 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Sikap PP Muhammadiyah yang berbeda dengan pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dinilai hal yang wajar.

Hal itu disampaikan Ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin usai konferensi pers mengenai pernyataan sikap Muhammadiyah atas kudeta militer terhadap Presiden Mesir Muhammad Mursi.

"Pemerintah jangan intervensi keyakinan kami (dalam menetapkan 1 Ramadhan)" jelas Din di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin (8/7).


Menurutnya, sikap Muhammadiyah yang berbeda bukan berarti tidak menuruti perintah ulil amri atau pemimpin seperti yang diperintahkan Al Quran.

Karena menurutnya, pemerintah saat ini bukan ulil amri seperti yang dijelaskan Kitab Suci perintahnya harus diikuti.

"Kalau kita disuruh taat pemerintah, maaf saja! Masak mau nurut sama yang Al Quran saja mau dikorup. Bahkan di Quran juga ditulis untuk tidak mengkuti penguasa yang dzalim," tegasnya. [zul]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya