Berita

ilustrasi/net

Politik

BPK Perlu Audit Kecelakaan Pesawat MA60 di Kupang

MINGGU, 07 JULI 2013 | 16:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penyebab kecelakaan pesawat MA60 milik Merpati Nusantara Airlines (MNA) hingga terbelah dua di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)  10 Juni lalu masih simpang siur. Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masuk dan menitikberatkan auditornya untuk memeriksa kinerja manajemen MA60 dan managemen operasi PT MNA.

"Komisi III DPR jangan mudah menyebut penyebab kecelakaan pesawat MA60 karena tidak layak tanpa lebih dahulu melakukan audit," kata Junisab kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (7/7).

Dia menduga opini seperti itu dihembuskan sedemkian rupa oleh managemen MNA sampai-sampai Komisi III langsung minta Kejaksaan Agung RI melakukan penyidikan terhadap pengadaan pesawat. Menurutnya, Komisi III terlihat grasa-grusu, padahal mereka tidak paham apa yang terjadi. Kecelakaan bukan karena fase pengadaannya yang bermasalah.


"Investigasi IAW mengkerucut bahwa kesalahan sesungguhnya terletak pada pengemudi atau pilot," tuturnya.

Mantan anggota DPR dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini menambahkan, IAW mendapat informasi bahwa Kementerian Perhubungan, melalui Direktur Kelaikan Udara dan Pesawat Udara (DKUPPU) Diding Sunardi telah mengeluarkan surat yang isinya memberikan gambaran tentang penyebab kecelakaan itu. Kecelakaan terjadi akibat dari ketidak-tangkasan seorang instruktur dalam mengantisipasi gerakan pesawat yang berada dalam tanggung jawabnya, itu diduga jadi penyebab kecelakaan, tambahnya.

"Pesawat mengalami hard landing melebihi kekuatan struktur pesawat dan mendarat tidak pada posisi yang benar. Hidung pesawat menyentuh landasan terlebih dahulu, padahal penerbangan merupakan penerbangan training. Seperti itu kesimpulan Kementrian Perhubungan yang disampaikan Direktur DKUPPU Diding Sunardi," ujar pria berkacamata itu.

Sebelumnya, mantan Dirut MNA Sardjono Jhony enggan memberi tanggapan terkait masalah tersebut. "Sebaiknya kita tunggu saja hasil keputusan KNKT biar objektif," ujarnya. Senada dengan Jhony, Direktur Safety PT.  MNA Rilo Nauli Raja mengatakan, dirinya tidak berhak menjawab pertanyaan terkait jatuhnya pesawat MA60.

Sumber IAW di Kementerian Perhubungan lanjut Junisab mengatakan, kecelakaan pesawat MA60 dengan tujuan pelatihan diberikan kepada instruktur yang tidak cakap. Kecelakaan MA60 di Kupang akibat dari instruktur karbitan.

"Dia (pilot) itu kan Sekjend asosiasi pilot, padahal bukan pilot yang pantas. Jadi sSebaiknya DPR memperhatikan sebelum menuding kualitas pesawat sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan. Bukankah masyarakat pengguna jasa penerbangan selama ini berada di dalam bayang-bayang bahaya," demikian Junisab.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya