Berita

Industri Lokal Harus Bisa Tambah Nilai Produksi

JUMAT, 05 JULI 2013 | 01:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto berharap agar industri serat kelapa berkaret (sabutret) serta industri berbasis sumberdaya lokal dapat melakukan inovasi, kreativitas dan memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga dapat menghasilkan nilai tambah produksi.

"Penggunaan dan permintaan sabutret oleh dunia internasional semakin meluas, seiring gerakan kelas menengah untuk ‘back to nature’," ujar dia dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Kamis (4/7).

Adisatrya menyampaikan hal itu dalam workshop Pengembangan Industri Berbasis Sumberdaya Lokal kepada pelaku industri sabutret serta industri yang memanfaatkan bahan baku lokal. Workshop dilaksanakan Rabu 3 Juli 2013 di Kota Cilacap, dan menghadirkan Endang Supraptini, Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah Jawa-Bali, Kemenperin.


Seperti diketahui, dalam rangka mendorong industri berbasis sumberdaya lokal di Kabupaten Cilacap, khususnya pohon kelapa dan pohon karet, Menteri Perindustrian RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 126 Tahun 2011 yang menetapkan serat kelapa berkaret sebagai Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID) Kabupaten Cilacap.

Adisatrya mengingatkan agar industri lokal memanfaatkan momentum bonus demografi yang saat ini dialami oleh Indonesia serta era globalisasi, terutama pemberlakuan ASEAN Economic Community per Januari 2014.

"Dengan kondisi bonus demografi, sesungguhnya pelaku industri mikro dan kecil dapat saja mengabaikan pasar ekspor karena pasar domestik masih terbuka lebar. Namun apabila ada pesanan dari luar negeri, maka pelaku industri mikro dan kecil harus mampu menyesuaikan kualitas dan kontinuitas yang ditetapkan," katanya.

Lebih lanjut Adisatrya mengatakan pasca disahkannya UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang menggantikan UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pelaku koperasi nasional perlu segera memahami substansi sambil menyesuaikan aspek legal-formal, termasuk tata kelola kelembagaan. Walaupun UU yang baru ini dinilai oleh beberapa kalangan pelaku koperasi sebagai UU yang menghapus ruh koperasi, namun ia mengingatkan bahwa UU ini disusun justru untuk menyesuaikan dengan perkembangan jaman tanpa menghilangkan nasionalisme.

Oleh karenanya dia mendorong agar pelaku koperasi di dua kabupaten itu untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumberdaya manusia, termasuk sertifikasi kompetensi. Ia mengakui bahwa UU ini menuntut pelaku koperasi agar semakin fokus dan sungguh-sungguh dalam mengelola, tidak bisa lagi dijadikan sambilan.

"Sebagai konsekuensi era otonomi daerah diharapkan Kepala Daerah menyiapkan sekolah formal, misalnya SMK Manajemen Koperasi yang memberikan beasiswa bagi peserta didik. Selain mencetak sumberdaya yang terampil, lembaga pendidikan tersebut dapat mengeluarkan sertifikasi bagi calon-calon pengelola koperasi," ujar Adisatrya ketika menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM RI di Cilacap, Kamis (4/7). [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya