Berita

Dunia

Aktivis Ikhwanul Muslimin Ditangkapi, Keberadaan Morsy Masih Misteri

JUMAT, 05 JULI 2013 | 00:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sehari setelah kudeta tak berdarah yang dilancarkan kubu Jenderal Abdel Fatah El-Sisi, pihak militer menangkapi pentolan Ikhwanul Muslimin. Sementara itu, keberadaan Muhammad Morsy, presiden hasil pemilihan presiden bulan Juni tahun lalu yang ditumbangkan Jenderal El-Sisi, pun masih belum diketahui pasti.

Kubu militer sejauh ini belum menyampaikan informasi mengenai keberadaan Morsy. Sementara Ikhwanul Muslimin mengatakan, kini Morsy dan sejumlah petinggi Ikhwanul Muslimin yang duduk di kabinetnya ditahan di Markas Garda Republik.

CNN melaporkan mantan Ketua Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mahdi Aakef, dan pengawalnya ditangkap pihak militer hari Kamis (4/7). Empat pucuk senjata api ditemukan bersama Mahdi Aakef dan pengawalnya. Informasi ini dikutip CNN dari harian pemerintah Middle East News Agency.


Adapun NileTV mengatakan pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin Muhammad Badei dan mantan ketua Ikhwanul Muslimin Muhammad Mahdi Akef sampai kini masih ditahan.

Salah seorang deputi Badei, Khairat El-Shater, bersama sejumlah pemimpin Ikhwanul Muslimin lainnay ditangkap. Mereka dinilai bertanggung jawab atas pembunuhan yang terjadi ketika kelompok pro Morsy dan anti Morsy bertikai di lingkingan Moqattam, Kairo.

Juga disebutkan bahwa kini polisi tengah mengejar sekitar 300 ianggota Ikhwanul Muslimin. Begitu menurut harian Al-Ahram seperti dikutip CNN. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya