Berita

ilustrasi/net

Politik

KBRI Siapkan SPLP 7 ABK Korban Kapal Yujin Maru

KAMIS, 04 JULI 2013 | 21:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tujuh Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia pada kapal Yujin Maru selamat dalam musibah tenggelamnya kapal di perairan Prefektur Miyagi, Jepang, Minggu (23/6) lalu. Japan Coast Guard (JCG) melaporkan kapal ikan Yujin Maru No. 7 berbendera Jepang dengan bobot GT 19 yang diawaki tujuh ABK Indonesia tenggelam sekitar pukul 10.15 JST setelah tabrakan dengan kapal kargo NOCC Oceanic yang berukuran besar GT 57,600.

Begitu disampaikan Ricky Suhendar dari Fungsi Protokol dan Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Tujuh ABK Indonesia yang selamat adalah Sahroni (asal Pemalang), Hendrik (Sukabumi), Agus Susanto (Majalengka), Ahmad Said (Rembang), Rohmat (Cirebon), Deden Nurisman (Bandung), dan Agus Rusmanto (Majalengka).

Dia menuturkan saat ditemui tim KBRI Tokyo dalam penampungan sementara di Shiogama pada pada Senin (1/7) lalu, mereka sedang dalam tahap pemulihan.


"Kami siapkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk mengganti paspor yang hilang dalam kapal," jelas Ricky dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (4/7).

Dengan dokumen keimigrasian ini, para ABK bisa pulang kembali ke Indonesia. Dijadwalkan, selambatnya Kamis (6/7) nanti, ketujuh ABK tersebut akan pulang ke Indonesia.

Sementara itu, Atase Perhubungan KBRI Tokyo juga memfasilitasi agar semua barang yang hilang mendapat penggantian asuransi.

"Pihak pemilik kapal kargo juga sudah sepakat untuk membantu proses penyelidikan dan asuransi," ditambahkan oleh Wahyu Ardhiyanto, Asisten Atase Perhubungan.

Kapal ikan Yujin Maru No. 7 di awaki sembilan awak kapal, terdiri atas dua orang Jepang dan tujuh orang Indonesia. Karena tabrakan dengan kapal kargo NOCC Oceanic, kapal ikan terbelah dan tenggelam. Delapan awak berhasil diselamatkan oleh kapal ikan lain, Yoshi Maru No. 55, sedangkan 1 orang awak kapal yang merupakan Nakhoda kapal hingga Rabu ini (3/7) masih dalam pencarian. Saat ini kapal kargo sedang berada di Pelabuhan Sendai untuk menjalanipemeriksaan. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya