Berita

muhammad morsy/net

Dunia

Tentara Mesir Duduki Studio Al Jazeera

KAMIS, 04 JULI 2013 | 09:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Studio Al Jazeera di Kairo diduduki tentara tak lama setelah mengudarakan isi pidato Muhammad Morsy. Dalam pidatonya itu, Morsy menegaskan dirinya masih merupakan pemimpin Mesir yang sah.

Menurut CNN, pihak Al Jazeera mengatakan tentara memasuki studio mereka di Kairo di saat siaran langsung sedang diudarakan. Presenter, pembicara yang diundang ke studio dan produser Al Jazeera ditahan.

Sampai detik ini Muhammad Morsy yang dikudeta kelompok militer masih merasa dirinya sebagai pemimpin sah negeri itu. Politisi dari Ikhwanul Muslimin ini memenangkan pemilihan presiden pertama setelah kejatuhan Husni Mubarak bulan Juni tahun lalu.


Garis politik Morsy dianggap terlalu keras dan cenderung mengabaikan prinsip-prinsip dasar demokrasi. Hari Senin lalu (1/7) pihak militer meminta Morsy merangkul kelompok oposisi. Morsy diberi waktu 48 jam untuk memenuhi permintaan ini.

Tetapi Morsy bersikeras dan menolak pemintaan militer. Dalam rekaman pidatonya yang diudarakan Al Jazeera dia antara lain, seperti dikutip dari CNN mengatakan:

"Dunia tengah melihat kita. Kita dengan kekuatan kita sendiri dapat melalui hambatan ini. Kita, anak-anak Mesir, anak negara ini. Ini adalah keinginan bangsa ini dan tidak bisa dihalang-halangi." [guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya