Berita

SBY: Guru Jadi Korban Pilkada Lapor Saya

RABU, 03 JULI 2013 | 16:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden SBY nampaknya kesal benar karena masih ada guru yang menjadi 'korban politik' dalam pemilihan kepala daerah.

Kepada guru yang mengalami nasib seperti itu, SBY menyerukan untuk tidak berdiam diri. Lapor ke Mendikbud dan Mendagri, lalu tembuskan ke dirinya. Kalau perlu umumkan kepada masyarakat.

"Tapi jangan fitnah," kata dia dalam amanatnya pada pembukaan Kongres XXI Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Guru Indonesia Tahun 2013 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (3/7).


Dia mengatakan tidak boleh terjadi lagi guru dipaksa menjadi tim sukses pasangan calon. Pemaksaan pun berakibat buruk pada guru. Kalau kebetulan yang terpilih bukan yang didukung, nanti dia dipindah.

SBY menjelaskan sejumlah tantangan dan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Dalam dunia pendidikan, tantangan yang dihadapi adalah kemiskinan, kebelumcerdasan, dan keterbelakangan peradaban. Ada pula praktik korupsi dan birokrasi yang belum baik, penyimpangan otonomi daerah, dan konflik komunal.

Untuk meningkatkan peran pendidikan dalam memajukan Indonesia, Presiden SBY memberikan beberapa amanat untuk para guru dan PGRI. Presiden berharap dalam Kongres XXI PGRI merumuskan program yang dapat disinergikan dengan pemerintah.

"Mudah-mudahan, karena saya akan jatuh tempo tahun depan, pengganti saya akan melanjutkan apa yang sudah kita capai ini. Nanti pilih presiden yang sayang guru," pungkas SBY. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya