Berita

Menteri BUMN Diminta Selamatkan Aset Negara yang Diserobot PT ACK

RABU, 03 JULI 2013 | 10:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tanah negara seluas tujuh hektar atau setara 35.955 meter persegi di Medan telah diserobot. Diduga kuat penyerobotnya adalah PT Agra Citra Kharisma (PT ACK).

Informasi ini disampaikan Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro. Menurutnya 13.578 meter persegi tanah yang diseronot iyu berada di Jalan Jawa, dan 22.377 meter persegi berada di Jalan Madura. Kedua jalan itu berada di Kelurahan Gang Buntu, Kota Medan.

“Kurang 2.000 meter lagi yang belum dibangun. Dan kantor divisi regional Stasiun Medan kena. Kita melawan mati-matian, masa stasiun mau digusur juga,” papar Edi dalam keterangan yang diterima redaksi tadi malam (Selasa, 2/7).


Edi menjelaskan, proses hukum atas dugaan penyerobotan kekayaan negara tersebut sedang menempuh jalur hukum. Hari ini (Rabu, 3/7) adalah rencana eksekusi Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 1040. Karena kasus tanah ini masih terindikasi pelanggaran, Edi menyatakan PT KAI meminta eksekusi itu dituda dan atau dibatalkan.

“Kita akan mengajukan PK (peninjauan kembali), bukti-bukti sedang kami kumpulkan,” tegas Edi.

Penempuhan jalur hukum yang dilakukan PT KAI, menurut Edi adalah kewajiban mempertahankan aset negara. DIa menegaskan, agar pihak-pihak seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantu PT KAI yang tengah berupaya meninjau kembali putusan MA yang memenangkan PT ACK.

“Kita minta peran Menteri BUMN untuk selamatkan aset. Ini pelanggaran, karena pengalihan aset harus disetujui BUMN. Ini kan tidak,” kata Edi.

"Tanah itu adalah aset negara yang telah dipercayakan kepada PT KAI sesuai Surat Menteri Keuangan No S-1069/HK.03/1990 tertanggal 4 September 1990 dan Surat Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 530.22-134 tanggal 9 Januari 1991. Jadi kami harus pertahankan," tambahnya.

Edi menegaskan, PT ACK tidak pernah mendapatkan pelimpahan atas tanah tersebut dari PT KAI, tapi telah menyerobot dan mempergunakan tanah tersebut seolah-olah miliknya sendiri.

Kini di lahan yang diserobot itu sudah berdiri Kompleks Medan Center Point, kompleks ruko, Hotel Karibia dan Rumah Sakit Teguh Memoriam Hospital.  [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya