Berita

ilustrasi/ist

Analisa Mekanisme Gempa Aceh

SELASA, 02 JULI 2013 | 19:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang Nanggro Aceh Darussalam, pukul 14.37 tadi. Lokasi gempa diinformasikan berada di 35 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di sekitar 4.70 lintang utara dan 96.61 bujur timur.

Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Dalam keterangan yang diperoleh Rakyat Merdeka Online, Gurubesar Geodesi Institut Teknologi Bandung DR. Irwan Meilano menjelaskan mekanisme terjadinya gempa.


"Mekanisme gempa Aceh yaitu sesar geser menganan. Bagian timur dari sumber gempa bergerak ke tenggara dan bagian baratnya bergerak ke barat laut," jelas dia sesaat lalu.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Irwan, sumber gempa berasal dari sesar aktif di daratan pada segmen Aceh dari sesar Sumatera. Sesar Sumatra sendiri memiliki 19 segmen dengan panjang keseluruhan 1900 km.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Banda Aceh yang sedang berada di dalam rumah maupun bangunan berhamburan keluar saat gempa melanda. Akibat kejadian ini sejumlah rumah yang berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah dikabarkan mengalami kerusakan.

Meski tidak tidak menimbulkan potensi tsunami, gempa dirasakan sangat kuat selama sekitar 15 detik oleh masyarakat di Kabupaten Benermeriah hingga Banda Aceh. Berdasarkan peta guncangan gempa, di sekitar Kabupaten Benermeriah dampak gempa mencapai V-VI MMI atau sedang hingga kuat.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya