Berita

rieke diah pitaloka/rm

Politik

Alhamdulillah, Amnesti Saudi Diperpanjang

SELASA, 02 JULI 2013 | 19:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kerajaan Arab Saudi memenuhi permintaan untuk memperpanjang masa amnesti hingga November 2013. Dengan begitu, para pekerja migran dan WNI bisa mengurus dokumen izin tinggal dalam waktu yang cukup.

"Alhamdullilah, terima kasih untuk doa semuanya. Amnesti Saudi diperpanjang sampai 4 November," tulis Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, dalam akun twitter miliknya, @rieke_diah, Selasa (2/7).

Masa amnesti sebelumnya hanya berlaku hingga 3 Juli 2013. Batas waktu berlakunya masa amnesti ini dinilai terlalu singkat dan tidak cukup dibandingkan banyaknya dokumen yang diajukan.


Pemerintah kemudian melobi Arab Saudi agar masa amnesti bagi TKI ilegal diperpanjang. Pemerintah juga melobi agar syarat administrasi seorang TKI untuk exit permit cukup dengan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) yang hanya berlaku setahun.

Saudi memberlakukan amnesti kepada para warga asing yang ilegal untuk mengurus surat resmi sejak Mei sampai 3 Juli. Setelah masa itu lewat akan ada razia yang dilakukan. Beberapa waktu lalu, antrean mengurus SPLP agar tak kena razia di KJRI Jeddah sampai menimbulkan kerusuhan. Satu orang TKI meninggal dunia dan kantor KJRI Jeddah rusak.

Kabar gembira adanya perpanjangan masa amnesti bagi TKI yang tak memiliki izin tinggal disampaikan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin yang tengah berada di Riyadh. Dia memastikan sebelumnya Presiden SBY sudah mengirim surat ke Raja Saudi untuk perpanjangan amnesti. Amir bersama tim datang ke Riyadh guna memastikan bagaimana keputusan Kerajaan Arab Saudi.

Meski begitu, kata Rieke, masih ada tugas penting yang mesti dilakukan sekalipun masa amnesti telah diperpanjang. Pengurusan dokumen oleh para buruh migran dan TKI rentan dimanfaatkan para pihak yang coba mendulang untung.

"Bantu kawal sama-sama biar tidak dijadikan ladang para pemburu rente," tulis Rieke lagi.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya