Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Intelijen AS Sadap Setengah Miliar Percakapan Telepon Jerman

Sebut Jerman Mitra Kelas Tiga
MINGGU, 30 JUNI 2013 | 18:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Intelijen Amerika Serikat diketahui telah melakukan penyadapan terhadap setengah miliar percakapan telepon, email dan pesan teks di Jerman pada bulan tertentu. Negeri Paman Sam ini juga telah menggolongkan sekutu terbesarnya di Eropa itu layaknya sebuah target yang harus diawasi, layaknya China.

Tuduhan itu tertera dalam dokumen rahasia intelijen AS yang dibocorkan oleh mantan analis CIA yang kini jadi buron AS, Edward Snowden, dan ditulis dalam majalah Jerman, Der Spiegel.

Dalam kutipan Der Spiegel ini disebutkan bahwa AS telah mengelompokkan Jerman sebagai mitra kelas ketiga, layaknya China, Irak atau Arab, yang harus terus diawasi secara ketat.


"Kita bisa menyerang sinyal mitra kelas ketiga asing (Jerman), dan kita melakukannya juga," tulis Der Spiegel mengutip sebuah bagian dalam dokumen yang dibocorkan teknisi Badan Keamanan Nasional (NSA/National Security Agency), sebagimana dikutip Reuters (Minggu, 30/6).

Dokumen itu menunjukkan bahwa NSA memantau panggilan telepon, pesan teks, email dan internet chatting dan telah menyimpan metadata Jerman di markasnya.

Pada hari biasa, NSA memantau sekitar 20 juta sambungan telepon Jerman dan 10 juta set data internet. Angka ini bisa meningkat menjadi 60 juta sambungan telepon pada hari-hari yang sibuk.

Sementara itu, sang pembocor dokumen, Snowden, diyakini saat ini tengah berada di Moskow, Rusia. Dia tiba di sana akhir pekan lalu dari Hongkong, lokasi tempat tinggalnya sejak ia mengungkapkan rincian rahasia program pengawasan AS. Ia juga telah mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Ekuador.[ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya