Berita

LEDAKAN MATAHARI/IST

Dunia

Teliti Panas Matahari, NASA Luncurkan Misi IRIS

SABTU, 29 JUNI 2013 | 15:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Badan Antariksa Amerika (NASA) meluncurkan Misi Interface Region Imaging Spectrograph (IRIS) untuk mempelajari matahari, khususnya berbagai kawasan permukaannya yang misterius, yaitu kawasan antara permukaan matahari dan corona atau lapisan atmosfirnya.

Para ilmuwan ingin mengetahui mengapa suhu permukaan matahari memiliki panas sekitar enam ribu derajat Celcius, tetapi lapisan atas atmosfir matahari yang dikenal sebagai corona memiliki panas sekitar satu juta derajat lebih panas dari suhu permukaan itu. Pasalnya, energi dan zat yang mengalir ke kawasan permukaan itu berdampak pada kondisi di bumi.

"Yang ingin kami temukan adalah apa proses fisik mendasar yang mentransfer energi dan bahan-bahan dari permukaan matahari ke atmosfir luar, ke corona. Dan ingat corona menjangkau seluruh heliosfir. Sementara kita tinggal di atmosfir luar matahari," ujar peneliti utama misi IRIS, Alan Title, seperti dilansir Voanews (Sabtu, 29/6).


Kata dia, sinar ultraviolet matahari dihasilkan di kawasan corona yang kemudian mempengaruhi iklim dan kondisi antariksa bumi.
 
IRIS dengan teleskop ultravioletnya akan menghasilkan gambar-gambar beresolusi tinggi dan bahkan menunjukkan masing-masing energi yang dihasilkan oleh matahari. NASA mengatakan IRIS akan mengamati suhu dari sekitar 5000 derajat Celcius hingga 10 juta derajat Celcius dalam jilatan api matahari. Namun, Alan Title mengatakan, IRIS tidak akan mengamati matahari secara dekat.
 
"IRIS terbang mengelilingi bumi jadi hanya mencapai 600 kilometer lebih dekat ke matahari dibandingkan kita di bumi dan itu berarti sekitar 92 juta mil jauhnya," lanjutnya.
 
Misi ini menelan biaya 181 juta dolar AS dan akan berlangsung selama dua tahun. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya