Berita

Tribute to Ibu Sud, Mengajak Anak Melek Lagu Anak-anak

JUMAT, 28 JUNI 2013 | 15:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Minimnya kesenian yang bergenre anak-anak dinilai membuat ratusan ribu anak terpaksa mengkonsumsi seni yang sebetulnya dituju untuk kalangan dewasa. Kondisi inipun dinilai sangat memprihatinkan karena membuat anak-anak kurang bisa menikmati kesenian yang sesuai dengan usianya.

"Di negeri yang kita cintai ini, semakin banyak anak turut menyanyikan lagu orang dewasa. Kemana lagu anak-anak yang mendidik seperti yang diciptakan Ibu Sud, AT Mahmud, atau Pak Kasur?," ungkap Ketua Yayasan Putera Bahagia Jaya (YPBJ) Tatiek Fauzi Bowo dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Jumat (28/6).

Tatiek mengungkapkan, yayasan yang dipimpinnya berulangkali menggelar drama musikal demi mewadahi anak dalam berkesenian. Salah satunya, drama musikal tribute to Ibu Sud bertajuk 'Senandung Bakti Anak Negeri'.


"Acara ini dihelat sebagai upaya mendidik anak agar melek dengan lagu anak-anak, bukan justru menyanyikan lagu orang dewasa," tegasnya.

Drama musikal yang digelar 26 Juni lalu itu, sambung Tatiek, melibatkan 65 anak-anak dari keluarga prasejahtera ini di Mahaka Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Drama musikal ini mengangkat kisah tentang keseharian anak-anak yang dirangkai dengan lagu-lagu ciptaan Ibu Sud seperti lagu "Bernyanyi Kita Bernyanyi", "Ular Naga", "Kring-Kring Ada Sepeda", "Tik Tik Bunyi Hujan".

Penampilan mereka dibimbing oleh Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di hadapan sekira 1.900 penonton yang sebagian besar anak-anak sekolah dasar.Menurut Tatiek, pagelaran ini merupakan salah satu program YPBJ untuk mewadahi anak-anak tampil lebih kreatif dan percaya diri dengan lagu-lagu anak karya negeri sendiri. Acara ini sekaligus memperingati Hari Anak Nasional. YPJB merupakan yayasan yang didirikan Pemda DKI Jakarta sejak 24 April 1952 yang mengelola program pengembangan diri anak-anak penduduk pra sejahtera Jakarta.

"Kami percaya bila diberi kesempatan dan medium yang tepat, anak-anak dari keluarga pra sejahtera ini memiliki talenta dan kreativitas yang hebat," tandasnya.

Sebelum Pagelaran Seni Anak Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi akan melepas 1.800 anak-anak dan 180 guru pembimbing dari keluarga pra-sejahtera dari sekolah telah terpilih tersebut untuk ikut dalam program pengembangan diri "Life Skills" yang diadakan setiap tahun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui YPB Jaya di Cimacan, Jawa Barat.

Dalam program ini anak-anak tersebut dibangun rasa percaya dirinya untuk menggali potensi diri, hidup bermartabat dan berprestasi serta menjadi pemimpin dan agent of change dalam lingkungannya kelak. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya