Berita

dr. tatang dan bayi kepala dua

Nusantara

dr. Tatang: Kelahiran Bayi Berkepala Dua Sangat Langka

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 18:31 WIB | LAPORAN:

Tim medis persalinan Rumah Sakit Bersalin (RSB) Duta Mulya Majenang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, saat menangani Munjiah (27) yang melahirkan bayi kepala dua, tidak menyangka proses persalinan yang mereka tangani akan menjadi sejarah dunia kedokteran Indonesia.
 
Seperti proses persalinan pada umumnya, pada awal penanganan dilakukan Ultrasonography (USG). Dalam USG belum tampak ada kelainan, selain posisi bayi yang melintang. Karena posisinya yang melintang, tim medis yang diketuai oleh dr. Tatang SpOG memutuskan untuk melakukan operasi caesar.
 
"Operasi dimulai pada pukul  21.00 WIB dan baru berhasil diangkat pada pukul 21.45 WIB," kata dr. Tatang, Kamis (27/6).
 

 
Tim medis yang menangani terkejut karena saat bayi diangkat baru ketahuan kalau ia memliki dua kepala.
 
“Dalam istilah kedokteran disebut paragus dicephalus conjoined twins atau bayi berkepala dua," jelasnya.
 
Menurut  Tatang, dalam sejarah kelahiran di Indonesia, bayi berkepala dua yang lahir kemarin malam di Majenang ini adalah bayi ketiga di Indonesia. Bayi pertama lahir tahun 2006 dan yang kedua tahun 2009.
 
"Kelahiran bayi berkepala dua sangat langka dan fenomenal," tegasnya.
 
Perbandingan bayi normal dengan bayi berkepala dua adalah 200 ribu kelahiran normal berbanding satu kelahiran bayi kepala dua.
 
Tatang menambahkan, dari sejumlah kasus bayi berkepala dua itu, ada diantara mereka yang bertahan sampai dewasa. Namun, ada juga yang hanya bisa bertahan sampai umur 7 tahun.
 
Kasus bayi berkepala dua, menurutnya, mulai ditemukan pada 1783 di Bengal, India. Menyusul kemudian pada 1811, di Amerika Latin. Di era modern, bayi berkepala dua lahir di Minessota, Amerika Serikat pada 1990 dan diberi nama Abigail dan Britanny. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya