Berita

Denny Indrayana

Wawancara

WAWANCARA

Denny Indrayana: Sudah 400 Narapidana Koruptor Dipindah Ke Lapas Sukamiskin

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 10:00 WIB

Seluruh narapidana kasus korupsi akan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dengan penjagaan super ketat.

“Pokoknya seluruh narapidana (napi) tindak pidana korupsi di-Sukamiskin-kan agar pengawasannya lebih efektif,” kata Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Denny menyebutkan, upaya memberikan efek jera akan terus dilakukan agar tidak ada lagi koruptor di negeri ini.


Berikut kutipan selengkapnya:

Apa benar pengawasan di Lapas Sukamiskin begitu ketat?
 Dari investigasi salah satu media, katanya masih ada kelonggaran bagi napi tindak pidana korupsi.

Tapi investigasi itu bercerita tentang Lapas Cipinang. Saya yakinkan kalau di Sukamiskin kelonggaran itu tidak ada. Di sana jauh lebih tertib.

Bukankah di sana juga ditemukan Ipad milik napi?
Memang saat sidak (inspeksi mendadak)  di Lapas Sukamiskin ada satu Ipad yang ditemukan.

Tapi kalau dibandingkan dengan Lapas Cipinang, Lapas Sukamiskin jauh lebih ketat.

Apa alasannya?
Di Lapas Cipinang delapan bulan lalu semua napi memiliki televisi dan handphone. Bahkan, di kamar Adrian seperti show room elektronik saja. Tapi sekarang sudah dibenahi.
 
Ini berarti di Lapas Sukamiskin juga perlu dibenahi?
Betul. Masih ada yang perlu dibenahi di Sukamiskin. Kami akui memang perlu ada peningkatan. Tapi dibandingkan dengan sebelumnya sudah lebih baik dan lebih ketat kok.

Apa indikasi lainnya bahwa pengawasannya lebih ketat?
Contohnya saja kunjungan Mas Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR) ke Lapas Sukamiskin, terlepas menimbulkan berbagai macam persepsi, nyatanya bisa langsung terdeteksi. Sebab, pengawasannya lebih efektif.

Sekarang wartawan kalau mau nongkrong di Sukamiskin seperti di KPK, silakan saja, karena semua koruptor ada di situ sekarang.

Apa Anda jamin napi di Sukamiskin tidak menggunakan elektronik?
Saya jamin. Silakan cek saja. Kepala Lapas  setiap hari berkomunikasi dengan saya, untuk sampaikan perkembangan.

Memang ada jaminan komunikasi yang lancar dengan Kalapas akan berjalan baik?
Ya dong. Sebab, Kalapas-nya sudah kita pilih yang memiliki  reputasinya  terbaik. Kalau ada apa-apa tentu sanksinya sangat jelas dan tegas.

Napi koruptor dari daerah masuk di sana juga?
Ya, semua napi koroptor  dipindah ke sana. Sekarang sudah 400 napi koruptor dipindah ke Lapas Sukamiskin.

Apa ada kriteria koruptor dimasukkan ke Sukamiskin?
Tentu ada kriteria koruptor yang akan dimasukkan ke Sukamiskin. Pertama, hukumannya lima tahun atau lebih. Kedua, kerugian negara minimal Rp 100 juta.

Ketiga, napi tidak ada perkara lainnya. Kalau masih dijadikan saksi, ada sidang dan lainnya,  tidak dimasukkan ke Sukamiskin.

Keempat, napi terjerat kasus-kasus yang penting berkaitan dengan masyarakat. Kelima, napi laki-laki.

Keenam, masa hukumannya paling tidak satu tahun lagi. Kalau di bawah satu tahun tidak usah di-Sukamiskin-kan.

Kenapa?
Kalau di bawah satu tahun tentu akan mahal biayanya atau dengan kata lain berat di ongkos.

Kalau napi koruptor perempuan seperti Angelina Sondakh bagaimana?
Kalau napi koruptor perempuan belum perlu dikumpulin.

Kenapa?
Koruptor perempuan angkanya belum signifikan, sehingga tidak perlu dikumpulkan di satu lapas.

Oh ya, bagaimana dengan pengejaran aset kasus Bank Century di luar negeri?
Mengejar pelaku tindak pidana korupsi saja sulit kok. Apalagi ini asetnya, ternyata lebih sulit.

Memang kesulitannya di mana sih?
Ada. Yang jelas kalau terlalu banyak informasi bisa saja aset itu  berpindah. Publik paham kalau mengejar sesuatu yang disembunyikan itu tidak boleh terlalu dibuka-buka.

Tapi percayalah upaya serius selalu saya lakukan, walau di tengah kompleksitas hukum internasional dan berbagai macam tantangan di lapangan lainnya.

Ada yang pesimistis pengejaran aset kasus Century di luar negeri membuahkan hasil, ini bagaimana?
Itu saya anggap sebagai bagian dari sikap kritis. Tidak ada masalah. Tapi harusnya kalau mau berhasil baiknya kita semua optimistis, bukan pesimistis. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya