Berita

ilustrasi/ist

Politik

Segera Digelar Konvensi Sosial Capres 2014

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 08:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Media sosial seperti facebook tidak hanya mempengaruhi kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat. Media sosial diprediksi juga akan memberi pengaruh besar bagi masyarakat Indonesia dalam menentukan presiden pengganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2014 mendatang.

"Tahun ini saja penguna internet di Indonesia sebanyak 82 juta orang, 50 juta di antaranya penguna facebook dan penguna twitter 29 juta. Jumlah ini tentu akan naik pada tahun 2014," ujar Manager Konvensi Sosial Capres RI 2014, Elis Rahmawati, dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (27/6).

Bila Kementerian Dalam Negeri menyatakan jumlah penduduk yang potensial menjadi pemilih di pemilu 2014 sebanyak 175 juta orang, maka berarti hampir 30 persennya adalah pengguna facebook. Untuk itu, siapapun kandidat Capres, baik yang sudah populer apalagi yang belum dikenal luas oleh masyarakat, mau tidak mau harus memperhatikan pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi masyarakat.


"Percakapan yang terjadi di media sosial tidak hanya berdampak popularitas kandidat. Lebih jauh akan berujung pada siapa yang akan dipilihnya nanti di pemilu," tutur Elis.

Atas pertimbangan itulah, jelas Elis, pihaknya akan memotret para kandidat capres yang ada melalui metode yang disebutnya konvensi sosial. Konvensi yang dilakukan berbasis aktivitas online ini diharapkan akan diikuti sekurang-kurangnya 25 juta penguna internet sehingga bisa memberi gambaran lebih nyata dari pilpres 2014.

Menurut Elis, dalam konvensi sosial ini masyarakat dapat memilih siapa kandidat calon presiden pilihannya dalam sebuah aplikasi online yang dirancang sedemikian rupa menyerupai pemilu. Masyarakat juga bisa membicarakan secara terbuka isu-isu terkait kandidat.

"Sebagian orang mungkin sudah menjatuhkan pilihannya, ini yang akan kami potret dalam konvensi sosial Capres RI 2014," jelas dia.

Lebih lanjut Elis mengatakan konvensi sosial Capres yang akan dilangsungkan mulai tanggal 1 Juli dan ditutup H-1 tanggal terakhir penutupan pendaftaran resmi capres di Komisi Pemilihan Umum (KPU), bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengaktualkan opininya. Sehingga akan berkembang diskursus publik yang rasional yang mendorong bagi lebih besarnya partisipasi masyarakat dalam pemilu 2014, sekalgus mempromosikan berlangsungnya proses pemilihan yang lebih cerdas.

"Mudahan-mudahan konvensi ini bisa menjadi bagian dari upaya melahirkan kepemimpinan nasional yang lebih partisipatif," demikian Elis Rahmawati. [rsn]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya