Berita

Politik

Dukung Penggeledahan BI, Hanura Desak KPK Tuntaskan Century

RABU, 26 JUNI 2013 | 16:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Fraksi Hati Nurani Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggeledah Bank Indonesia.

Penggeledahan dan pengambilan data oleh KPK di kantor BI diharapkan bisa menungkap kemana saja aliran dana talangan untuk Bank Century sebesar Rp 6,7 trilun.

"Meski sebenarnya terlambat, tapi kami menghargai dan mendukung langkah-langkah KPK yang sudah melakukan penggeledahan di BI terkait dengan kasus Century. Kami berharap, dengan adanya buku besar yang  bisa ditemukan oleh KPK, akan diketahui kemana saja aliran uangnya," ujar Ketua Fraksi Hanura DPR RI, Syarifuddin Sudding SH, MH, usai sidang Tim Pengawas Kasus Century di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu (26/6).
 

 
"Sikap Fraksi Hanura tegas, yaitu mengusut tuntas kasus Century," sambung dia.

Sudding mengatakan data mengenai aliran dana dari Bank Century sangat penting sebab pihak manajemen Century sudah menyatakan bahwa tidak semua dana tersebut masuk ke Bank Century sebagai dana talangan.

"Manajemen Century sudah mengakui kok, bahwa dana sebesar Rp 6,7 triliun itu tidak semua masuk ke Bank Century sebagai dana talangan, karena ada aliran dana ke pihak-pihak lain dalam bentuk tunai,’’ ujar dia

Lebih jauh Sudding mengatakan, berdasarkan data pansus, persoalan Century sudah  sangat  jelas dan terang sehingga harus dituntaskan. 

"Hasil Pansus Century kan sudah terang benderang, ada tindak pidananya di situ dan siapa-siapa yang harus bertanggungjawab atas perbuatan tersebut," pungkas Sudding yang juga anggota Komisi III dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya