Berita

ilustrasi

Politik

IJTI Kutuk Penyerang Celebes TV

SENIN, 24 JUNI 2013 | 21:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mendesak kepolisian mengusut tuntas dan menangkap pelaku penyerangan Studio Celebes TV di Lantai 15, Menara Bosowa, Makassar, sore tadi.

"Ini sudah di luar batas kewajaran," tegas IJTI seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi sesaat lalu, Selasa (2/6).

Penyerangan terjadi saat televisi lokal itu menggelar live talkshow pemilikada dengan Tema: "Saling Gembos Noah versus Suka". Para penyerang mengeroyok narasumber yang sedang melakukan siaran.


Sejumlah awak media Celebes TV juga tak luput dari serangan itu. Selain itu, para penyerang juga merusak alat-alat broadcast milik Celebes TV.

Dalam keterangan pers atas nama Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana dan Sekjen Jamalul Insan, IJTI menegaskan tindakan penyerangan ini sebagai upaya menghalangi tugas jurnalistik karena dilakukan pada saat on air di studio yang merupakan ruang private broadcast.

"Pelaku harus dijerat oleh UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan KUHP karena terjadi kekerasan dan perusakan."

Atas kejadian ini IJTI pusat menugaskan Ketua IJTI Sulawesi Selatan Ano Suparno dan Sekretaris IJTI Sulawesi Selatan yang juga jurnalis Celebes TV untuk melakukan advokasi.

IJTI juga menyerukan kepada seluruh anggota dan awak redaksi untuk berhati-hati dalam penayangan berita, dan berpegang kepada prinsip-prinsip jurnalistik. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya