Berita

ilustrasi/ist

Data Resmi: Titik Api Aktif di Riau Tinggal 13

MINGGU, 23 JUNI 2013 | 22:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sepanjang semester pertama tahun 2013 ini tercatat ada sebanyak 2.190 titik api di Hutan di Riau. Dari jumlah ini kini yang masih ditangani tinggal 13 titik api.

Data resmi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau yang diterima redaksi juga mengatakan bahwa dari seluruh lahan yang terbakar, hanya empat persen yang berupa hutan. Sebanyak 96 persen lainnya adalah lahan pertanian atau perkebunan.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan pihaknya belum memiliki informasi mengenai kabar yang mengatakan ada 190 titik api di kawasan yang dikuasai dua perusahaan. Kata Syamsul Maarif, data resmi mengenai penanggulangan bencana kebakaran di Riau hanya ada di BNBP sesuai instruksi Presiden RI.


"Janganlah kita sekarang ini perang opini di media. Sebaiknya mari kita bersama satu nusa satu bangsa, untuk menuntaskan kebakaran lahan di Riau ini. Jangan ada pihak-pihak untuk saling memberikan statemen di media untuk saling memojokkan," kata Syamsul dalam keterangan tersebut.

Juga disebutkan bahwa menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan belum ada bukti bahwa dua perusahaan Riau berada di balik kebakaran ini.

"Harus ada penyelidikan mendalam untuk membuktikan tudingan itu. Saat ini kita fokus pada pemadaman," ujar Zulkifli meminta agar berbagai pihak yang belum pernah melihat langsung kondisi kebakaran lahan di Riau agar tidak berkomentar banyak.

"Jangan lantas menyalahkan pihak lain," demikian Zulkifli Hasan. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya