Berita

jokowi/ist

Humor Politik

Ini Alasan Jokowi Kemarin Menghilang

SABTU, 22 JUNI 2013 | 16:15 WIB | LAPORAN:

Kemarin (Jumat, 21/6) merupakan hari ulang tahun Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Namun, dihari yang spesial tersebut Jokowi seolah menghilang ditelan bumi.

Alasan mengapa Jokowi menghilang ini terjawab setelah asisten Jokowi, Devid, melalui pesan singkat mengatakan bahwa Jokowi dari pagi sampai malam pergi ke Pulau Seribu.

Selain untuk melakukan briefing terhadap para staf di Kepulauan Seribu, ternyata Jokowi juga sekalian menghilang untuk belajar bahasa Betawi. Lantaran hari ini Jokowi di dapuk sebagai inspektur upacara untuk menyambut hari ulang tahun Jakarta yang ke-486.


"Kemarin saya nyepi satu hari itu karena itu. Hehehe. Belajar. Saya kemarin memang sudah janjian semua kantor di Jakarta saya datengin semuanya, yang belum kepulauan seribu sehingga saya briefing dua jam untuk seluruh staf untuk agar mereka satu visi dari atas sampai bawah," kata Jokowi di DPRD, Jakarta (Sabtu, 22/6).

Walau sudah belajar selama dua hari, logat betawi Jokowi tetap membuat para tamu yang hadir tertawa karena ciri khas Jokowi yang asli orang Jawa itu masih terdengar medog.

Terlepas dari hal itu, Jokowi menuturkan bahwa penggunaan bahasa Betawi ini juga bertujuan untuk menjawab keraguan sejumlah pihak yang sering menuduhnya tidak mampu berbahasa betawi padahal sudah menjabat sebagai gubernur di DKI.

"Alasannya, karena katanya saya dari dulu smpai sekarang belum pernah pakai bahasa Betawi. Dua hari (belajarnya)," ujar Jokowi. [ian]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya