Berita

wartawan trans 7, nugroho anton

DEMO TOLAK HARGA BBM NAIK

Forum Pemred Harus Sikapi Kebrutalan Polisi

SENIN, 17 JUNI 2013 | 21:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Forum Pimpinan Redaksi (Forum Pemred) turun tangan menyikapi aksi brutal aparat terhadap wartawan yang meliput demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di 54 kota di Indonesia, sepanjang siang tadi.

"Forum Pemred harus segera bersikap. Represifitas aparat tidak bisa ditolerir. Kerja-kerja wartawan dilindungi Undang-undang," kata Neta saat ditemui Rakyat Merdeka Online di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (17/6).

Dia mengatakan penanganan polisi terhadap aksi mahasiswa dan elemen masyarakat di Ternate dan Jambi melanggar SOP alias Standar Operasinal Prosedur yang dibuat sendiri oleh polisi. Di dua tempat tersebut aparat langsung menghantam demonstrasi dengan peluru karet sehingga melukai sejumlah wartawan dan belasan peserta demo.


SOP penanganan demonstrasi harusnya dimulai dengan negosiasi, dalmas, bertameng, watercannon, gas air mata, baru peluru karet. Bukan langsung menghajar pendemo dengan peluru karet," imbuhnya.

Neta menilai secara umum situasi aksi demo menolak kenaikan BBM berlangsung kondusif.  Terjadi konflik tapi tidak terlalu besar. Aksi represif aparat yang tidak sesuai SOP, kata dia, perlu segera disikapi Forum Pemred agar kedepan hal seperti itu tidak terjadi lagi.

IPW sendiri sudah menyampaikan desakan ke Kapolri untuk mencopot Kepala Polda Jambi Brigjen Satriya Prasetya dan Kepala Polda Maluku Utara Brigjen Machfud Arifin. Keduanya harus bertanggung jawab dan segera menangkap pelaku penembakan karena tindakan tersebut melanggar UU Pers 40/1999 pasal 4 tentang Kebebasan Pers.

"Kalau represifitas polisi menghajar wartawan ini dibiarkan, maka daerah lain akan mencontohnya," demikian Neta. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya