Berita

wiranto

Tuntut Caleg PKS Digugurkan, Yusuf Supendi Bantah Disetir Jenderal Wiranto

SENIN, 17 JUNI 2013 | 16:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Yusuf Supendi membantah pengaduan yang dilakukannya ke Komisi Pemilihan Umum disetir oleh pihak tertentu untuk menjegal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), termasuk disetir oleh Partai Hanura, tempat bernaung Yusuf saat ini.

Salah satu pendiri Partai Keadilan yang merupakan cikal bakal PKS itu Senin (17/6) siang mengadu ke KPU agar menghapus 493 daftar calon anggota legislatif yang didaftarkan PKS. Alasannya karena penetapan mereka oleh Presiden PKS Anis Matta dan Sekjend Taufik Ridho ilegal.

"Tidak, ini tidak ada urusan dengan Hanura," ujar dia saat ditemui Rakyat Merdeka Online usai menyerahkan bukti keilegalan PKS di kantor KPU, Jakarta, sesaat lalu.


Yusuf mengatakan langkahnya meminta KPU menghapus seluruh caleg PKS tanpa sepengetahuan Ketua Umum DPP Hanura Wiranto maupun elit Hanura lainnya. Hal itu dilakukan murni sebagai upayanya melawan kedzoliman yang terjadi di PKS.

"Saya jalan sendiri. Saya tidak punya tujuan akhir apa-apa. Selama terjadi kemungkaran, kedzoliman dan ketidakadilan, termasuk tidak taat pada UU, saya akan melakukannya," ucap Yusuf.

Sebaliknya, dia menerangkan, langkahnya tersebut adalah bagian dari kewajiban menjalankan aturan. Pasal 62 ayat 5 menyebutkan, KPU menerima masukan dan tanggapan dari masyarakat mengenai caleg.

"Jadi, saya tidak perlu meminta izin siapa pun atas langkah saya ini," tandasnya. [zul]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya