Berita

sby

Muak, Rakyat Sedang Cari Tokoh yang Berbeda dengan SBY

KAMIS, 13 JUNI 2013 | 17:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rakyat Indonesia sudah muak dengan model kepemimpinan nasional saat ini. Karena itu, ada gejala publik tengah mencari sosok antitesis dari model Presiden SBY.

"Kalau SBY dianggap tidak tegas, partisan pada satu kelompok, elisitis, jaim, maka orang nanti di 2014 akan cari sosok sebaliknya," ujar Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq (Kamis, 13/6).

Lebih jauh, publik mengharapkan pemimpin yang merakyat, tidak berjarak dengan mereka. "Saya melihat sih itu kriteria yang diinginkan masyarakat. Di luar kriteria yang umumnya ya, punya integritas, bersih, baik. Tapi ada model lain, yang anti tesis dengan SBY," imbuhnya.


Karena itu tidak mengherankan, Joko Widodo mendapat dukungan kuat untuk maju sebagai capres. Semua survei mengunggulkan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Bahkan, Fajar mendapat kabar elektabilitas Jokowi saat ini di atas 60 persen. "Itu memperlihatkan bagaimana publik haus sosok yang merakyat, familiar, wong deso," tandasnya.

Meski semuanya tergantung Jokowi dan PDI Perjuangan, khususnya Megawati Soekarnoputri. Karena Jokowi mustahil bersedia maju dari partai selain PDIP. "Saya kira ini akan jadi dilema bagi Jokowi dan PDIP. Satu sisi publik mengharapkan dia menjadi salah satu calon. Tapi dia sekarang masih menjabat di DKI," ungkapnya.

Kalau pada akhirnya maju sebagai capres PDIP, menurut Fajar, satu-satunya cara partai lain membendung Jokowi adalah mengusung calon-calon alternatif, seperti Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, dan Mahfud MD. "Tetapi mereka belum punya kendaraan yang jelas. Makanya, saya berharap momen konvensi yang dibuka berbagai partai, bisa memberikan kesempatan kepada mereka," tandasnya.

Makanya, konvensi capres harus digelar serius dan fair.  Kalau cuma asal-asalan dan yang keluar sebagai capres tetap dari generasi lama, Jokowi dipastikan akan menjadi presiden mendatang. "Kalau mereka keukeuh (mencalonkan tokoh tua), mereka akan ditinggalkan PDIP jika PDIP mengusung Jokowi," tandasnya.

Sebelumnya, Jeffrie Geovanie, juga mengatakan hal senada. Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini mengatakan, kalau Pilpres digelar hari ini, Jokowi menang dengan suara mutlak di atas 60 persen, siapa pun lawannya. Tapi karena waktu pilpres masih satu tahu lagi, kemenangan Jokowi akan sangat bergantung pada keberhasilan konvensi capres Partai Demokrat.

Bila konvensi capres Partai Demokrat berjalan sangat demokratis dan diikuti generasi baru seperti Gita Wirjawan, Mahfud MD, Marzuki Alie, Irman Gusman, Dino Pati Jalal, Chairul Tanjung, maka lahir penantang baru yang bisa mengimbangi  Jokowi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya