Berita

AS Hikam

PKS Didepak, Suasana Politik Jelang Pemilu Semakin Memanas

KAMIS, 13 JUNI 2013 | 00:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat melakukan sebuah langkah politik yang sangat beresiko bila betul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah didepak dari Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintah.

Meski memang, jika bisa dikapitalisasi dengan baik, hal itu akan mendongkrak citranya yang sedang melorot.

Sementara itu, PKS akan menggunakan momen tersebut untuk mendongkrak citranya sebagai parpol yang dizolimi dan mengambil jarak atau berhadap-hadapan terhadap Pemerintah SBY.

"Tak pelak lagi, akan muncul kegaduhan baru dalam panggung politik Indonesia sebelum Pemilu 2014 yang berasal dari konflik antara PD vs PKS," ujar pengamat politik senior AS Hikam (Rabu, 12/6).

Bagaimana dengan parpol anggota Setgab yang lain, seperti Golkar, PAN, PPP, dan PKB?

Secara strategis, partai-partai tersebut akan dengan senang hati menyaksikan dan kalau bisa ikut mengompori pertarungan antara Partai Demokrat vs PKS. Sudah barang tentu salah satu implikasi dari pertarungan tersebut adalah potensi hilangnya dukungan dari masyarakat.

"Dalam hal ini kemungkinan PD semakin asor akan lebih tinggi, karena PKS memiliki pendukung yang cenderung lebih "diehard" dan militan," ungkapnya.

Namun semuanya tentu tergantung sampai di mana kedua parpol itu melakukan kampanye di lapangan termasuk menggunakan pengaruh media, baik yang biasa maupun jejaring sosial.

"Walhasil, parpol seperti Golkar akan menangguk keuntungan dari pindahnya pendukung PD. Sedang parpol-parpol Islam hanya menunggu kalau-kalau ada pendukung PKS yang mencari perahu lain. Tetapi yang terakhir ini tentu tidak segampang yang dibayangkan," tandasnya. zul

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya